Pengarsipan Sistem Nomor DDC: Pengertian, Klasifikasi, Cara Penyimpanan, dan Contoh Praktik

📅 March 24, 2017Waktu bacaJumlah kata🏷️ Filing System/Sistem Pengarsipan👤 Sofiergg
💬 WhatsApp🖥️ SBME Hub











```html

Pengarsipan Sistem Nomor DDC: Pengertian, Klasifikasi, Cara Penyimpanan, dan Contoh Praktik

Panduan lengkap filing system nomor DDC (Dewey) untuk siswa SMK/MPLB, guru, dan praktisi administrasi perkantoran.

📚 Materi Kearsipan
Sistem nomor DDC merupakan salah satu pendekatan dalam pengelompokan arsip berdasarkan kode angka. Sistem ini membantu petugas mengelompokkan, menyimpan, dan menemukan kembali dokumen secara sistematis.

Dalam pekerjaan administrasi perkantoran, jumlah dokumen dapat terus bertambah. Tanpa sistem penyimpanan yang jelas, proses menemukan kembali dokumen akan menjadi lambat dan berisiko menimbulkan kesalahan.

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah numeric filing system, yaitu sistem penyimpanan arsip berdasarkan nomor atau kode tertentu. Salah satu pola klasifikasi yang dikenal dalam materi kearsipan adalah DDC (Dewey Decimal Classification).

1. Apa Itu Sistem Nomor DDC?

Sistem nomor DDC dalam konteks pembelajaran kearsipan menggunakan kode angka untuk mengelompokkan masalah atau subjek arsip. Setiap kelompok masalah diberikan nomor tertentu sehingga arsip dapat ditempatkan secara teratur.

💡 Catatan penting:
Dalam praktik pendidikan kearsipan, istilah DDC sering digunakan untuk menjelaskan pola klasifikasi angka yang dipakai dalam filing system. Kode klasifikasi harus mengikuti daftar klasifikasi yang telah ditetapkan oleh organisasi agar konsisten.

2. Tujuan Pengarsipan Sistem Nomor

01. Sistematis Dokumen dikelompokkan berdasarkan kode yang telah ditentukan.
02. Cepat Petugas dapat menemukan dokumen berdasarkan nomor atau kode.
03. Aman Pengelompokan yang konsisten membantu mengurangi risiko salah simpan.

3. Struktur Klasifikasi

Klasifikasi dapat dibuat secara bertingkat mulai dari masalah utama, submasalah, hingga sub-submasalah.

Tingkat Fungsi Contoh
Masalah Utama Kelompok besar masalah Kepegawaian
Submasalah Rincian dari masalah utama Pengadaan
Sub-submasalah Rincian lebih spesifik Izin, mutasi, pensiun
Kode Identitas numerik arsip 001

4. Contoh Daftar Klasifikasi Nomor DDC

Berikut contoh struktur klasifikasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran filing system:

Kode Masalah Utama Contoh Subjek
000 Kepegawaian Formasi dan pengadaan pegawai
001 Kepegawaian Izin pegawai
002 Kepegawaian Mutasi pegawai
003 Kepegawaian Pemberhentian/PHK
004 Kepegawaian Pensiun
100 Perdagangan Promosi
101 Perdagangan Permintaan dan penawaran
120 Produksi Pesanan
121 Produksi Surat jalan
122 Produksi Faktur/invoice
210 Dinas Surat tugas
211 Dinas Surat keputusan
212 Dinas Surat perintah

5. Langkah-Langkah Pengarsipan Sistem Nomor DDC

  1. Identifikasi dokumen.
    Baca dan pahami isi atau masalah utama dokumen.
  2. Tentukan subjek.
    Tentukan dokumen termasuk kelompok masalah yang mana.
  3. Cari kode klasifikasi.
    Gunakan daftar klasifikasi nomor yang telah ditetapkan.
  4. Berikan kode.
    Tuliskan kode pada dokumen atau media yang digunakan.
  5. Simpan berdasarkan urutan kode.
    Tempatkan dokumen sesuai urutan angka yang berlaku.
  6. Catat lokasi penyimpanan.
    Gunakan indeks atau daftar arsip untuk membantu penemuan kembali.

6. Contoh Praktik Pengarsipan

Kasus:

Sebuah kantor menerima surat tugas pegawai untuk mengikuti pelatihan. Dalam daftar klasifikasi organisasi, surat tugas diberi kode 210.

Proses:
  1. Identifikasi dokumen sebagai surat tugas.
  2. Cari subjek dalam daftar klasifikasi.
  3. Tentukan kode 210.
  4. Beri kode pada dokumen.
  5. Simpan pada kelompok nomor 210.
  6. Catat lokasi penyimpanannya.

7. Cara Menemukan Kembali Arsip

Sistem penyimpanan yang baik harus memudahkan proses retrieval atau penemuan kembali arsip.

  1. Identifikasi informasi yang dicari.
  2. Tentukan masalah atau subjek dokumen.
  3. Cari kode klasifikasi.
  4. Telusuri nomor pada tempat penyimpanan.
  5. Ambil dokumen.
  6. Catat peminjaman apabila diperlukan.

8. Kelebihan dan Keterbatasan

Kelebihan Keterbatasan
  • Sistematis.
  • Mudah dikelompokkan.
  • Cocok untuk jumlah arsip besar.
  • Membantu retrieval.
  • Dapat dikembangkan secara bertingkat.
  • Petugas harus memahami kode.
  • Memerlukan daftar klasifikasi.
  • Kesalahan kode dapat menyebabkan salah simpan.
  • Perubahan klasifikasi harus dikelola dengan baik.

9. Sistem Nomor DDC dalam Kearsipan Digital

Konsep klasifikasi nomor juga dapat diterapkan pada arsip digital. Kode dapat digunakan dalam nama folder, nama file, metadata, atau database dokumen.

Contoh struktur folder:
ARSIP_KANTOR
│
├── 000_KEPEGAWAIAN
│   ├── 001_IZIN
│   ├── 002_MUTASI
│   └── 004_PENSIUN
│
├── 100_PERDAGANGAN
│   ├── 100_PROMOSI
│   └── 120_PRODUKSI
│
└── 200_DINAS
    ├── 210_SURAT_TUGAS
    ├── 211_SURAT_KEPUTUSAN
    └── 212_SURAT_PERINTAH

10. DDC, Kearsipan Digital, dan AI

Di lingkungan kerja modern, klasifikasi arsip dapat dikombinasikan dengan teknologi digital dan AI. AI dapat membantu mengidentifikasi informasi pada dokumen dan memberikan saran pengelompokan.

🤖 Prinsip penting:
AI dapat membantu proses klasifikasi, tetapi keputusan akhir, validasi kode, keamanan data, dan hak akses tetap harus mengikuti kebijakan organisasi.

🧠 Quiz HOTS Sistem Nomor DDC

1. Sebuah kantor memiliki 2.000 dokumen dan sering mengalami kesalahan penyimpanan karena petugas hanya mengandalkan nama file. Solusi paling tepat adalah...
2. Sebuah dokumen telah diketahui termasuk kategori surat tugas. Daftar klasifikasi organisasi menetapkan kode 210 untuk surat tugas. Apa tindakan berikutnya?
3. Petugas mengetahui nomor dokumen tetapi tidak dapat menemukan arsipnya. Kemungkinan masalah yang paling perlu diperiksa adalah...

❓ FAQ Sistem Nomor DDC

Apa yang dimaksud sistem nomor DDC?

Sistem nomor DDC dalam pembelajaran kearsipan adalah pola pengelompokan arsip menggunakan kode angka berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan.

Mengapa arsip perlu diberi kode?

Kode membantu mengelompokkan arsip dan mempermudah proses penyimpanan serta penemuan kembali.

Apakah sistem nomor dapat digunakan untuk arsip digital?

Ya. Kode dapat diterapkan pada folder, nama file, metadata, maupun database arsip digital.

Apakah daftar klasifikasi boleh berubah?

Bisa, jika kebutuhan organisasi berubah. Namun perubahan harus dikendalikan dan didokumentasikan agar konsistensi penyimpanan tetap terjaga.

🚀 Lanjutkan Pembelajaran Kearsipan

Belajar tidak berhenti pada teori. Latih kemampuan mengelola arsip melalui materi interaktif, quiz HOTS, dan simulasi dunia kerja.

🎓 Buka SBME Hub
Kearsipan DDC Numeric Filing System Sistem Nomor Filing System MPLB Administrasi Perkantoran Kearsipan Digital
```

Jelajahi Materi Terkait

Temukan materi pembelajaran SmoothLearn lainnya untuk memperluas pemahaman dan praktik.