Daftar Klasifikasi Sistem Nomor (Numeric Filing System): Pengertian, Contoh, Kelebihan, dan Cara Penyusunan

πŸ“… January 18, 2017 ⏱️ Waktu baca πŸ“ Jumlah kata 🏷️ Administrasi Perkantoran πŸ‘€ Lambue Sofia Simamora
πŸ’¬ WhatsApp πŸ–₯️ Lab Maya

A. Pengertian Sistem Nomor DDC

Sistem Nomor DDC (Dewey Decimal Classification) merupakan salah satu metode klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan dokumen atau arsip berdasarkan pokok masalah tertentu dengan menggunakan kode angka. Sistem ini awalnya banyak digunakan dalam pengelolaan perpustakaan, namun dalam perkembangannya juga diterapkan pada sistem kearsipan di berbagai organisasi, perusahaan, sekolah, dan instansi pemerintah.

Melalui sistem DDC, setiap arsip diberi kode tertentu sesuai dengan kelompok masalahnya sehingga memudahkan proses penyimpanan, pencarian, pemeliharaan, dan pengendalian arsip. Dengan adanya klasifikasi yang terstruktur, petugas arsip dapat menemukan dokumen yang dibutuhkan secara cepat dan tepat.

B. Tujuan Penggunaan Sistem Nomor DDC dalam Kearsipan

Penerapan sistem nomor DDC memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:

  1. Mempermudah penyimpanan arsip berdasarkan kelompok masalah.

  2. Mempercepat proses pencarian dokumen.

  3. Mengurangi risiko kehilangan arsip.

  4. Menciptakan sistem penyimpanan yang teratur dan sistematis.

  5. Memudahkan pengendalian serta pemeliharaan arsip dalam jangka panjang.

C. Kelebihan Sistem Nomor DDC

Sistem nomor DDC memiliki berbagai kelebihan yang membuatnya masih banyak digunakan hingga saat ini, yaitu:

1. Mudah Dipahami

Pengelompokan dilakukan menggunakan angka yang tersusun secara logis dan sistematis.

2. Fleksibel

Sistem dapat digunakan pada berbagai jenis organisasi, baik sekolah, kantor, maupun perusahaan.

3. Memudahkan Pengembangan Arsip

Jika terdapat jenis arsip baru, klasifikasi dapat ditambahkan tanpa mengubah struktur utama.

4. Efisien

Pencarian dokumen menjadi lebih cepat karena setiap arsip memiliki kode yang jelas.

D. Cara Menentukan Kode Arsip DDC

Langkah-langkah menentukan kode arsip dengan sistem DDC adalah:

  1. Identifikasi isi atau pokok masalah dokumen.

  2. Tentukan kelompok masalah utama.

  3. Tentukan sub masalah yang sesuai.

  4. Berikan kode klasifikasi berdasarkan daftar DDC.

  5. Cantumkan kode pada map, folder, atau database arsip.

Sebagai contoh:

Dokumen

Kode

Surat Pengangkatan Pegawai

000

Surat Mutasi Pegawai

002

Bantuan Sosial Pegawai

010

Promosi Pemasaran

100

Surat Penawaran

102

E. Contoh Penggunaan Sistem Nomor DDC

Dalam bidang kepegawaian, seluruh dokumen yang berkaitan dengan pegawai dikelompokkan ke dalam kode utama 000. Selanjutnya dibuat sub klasifikasi seperti:

  1. 000 : Formasi Pegawai

  2. 001 : Izin Pegawai

  3. 002 : Mutasi Pegawai

  4. 003 : PHK

  5. 004 : Pensiun

  6. 005 : Kesehatan Pegawai

Sedangkan untuk bidang perdagangan dapat menggunakan kelompok kode 100, seperti:

  1. 100 : Promosi

  2. 101 : Permintaan Penawaran

  3. 102 : Penawaran

Dengan sistem tersebut, setiap dokumen dapat ditemukan dengan lebih mudah berdasarkan nomor klasifikasinya.

Manfaat Sistem DDC bagi Sekolah dan Perkantoran

Bagi sekolah maupun perkantoran, sistem DDC memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Mempermudah pengelolaan surat masuk dan surat keluar.

  2. Membantu penyimpanan dokumen kepegawaian.

  3. Memudahkan pengarsipan dokumen akademik.

  4. Mempercepat pelayanan administrasi.

  5. Meningkatkan efisiensi kerja bagian tata usaha.

F. Daftar Klasifikasi Arsip Sistem Nomor DDC

Berikut adalah daftar klasifikasi arsip sistem nomor DDC yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan arsip.

DAFTAR KLASIFIKASI ARSIP SISTEM NOMOR DDC
No
Main Subject
(Masalah Utama)
Sub Subject
(Sub Masalah )
Sub-Sub Subject
(Sub-Sub Masalah )
CODE
1.
KEPEGAWAIAN
        (KP)



0 0 0
Pengadaan







  0 0 0
Formasi

      000
Ijin

      001
Mutasi

      002
PHK

      003
Pensiun

      004
Kesehatan

      005
Kesejahteraan


  0 1 0
Bantuan Sosial

     010
Tunjangan Hari Raya

     011
Tunjangan Akhir Tahun

     012
2.
PERDAGANGAN
          (PD)



1 0 0
Pemasaran


  1 0 0
Promosi

    100  
Permintaan Penawaran

    101
Penawaran

    102
Pembelian




  1 1 0
Promosi

      110
Permintaan Penawaran

      111
Penawaran

      112
Produksi






   1 2 0
Pesanan

      120
Surat Jalan

      121
Faktur/Invoice

      122
Mesin pabrik

      124
Keuangan


 1 3 0
Tangguhan Pembayaran

     130
Tagihan I

     131


Tagihan II

     132
Tagihan III

     133
Kwitansi

     134
     135
Nota

3.
DINAS
 (DN)



2 0 0
Kerjasama





  2 0 0
Kerjasama Perdagangan

      200
Kerjasama Olahraga

      201
Kerjasama Diklat

      202
Surat Dinas


   2 1 0
Surat Tugas

      210
Surat Keputusan

      211
Surat Perintah

      212
Surat Intruksi

      213
Nota Dinas

      214
Memorandum

      215

   FAQ

Apa yang dimaksud dengan sistem nomor DDC?

Sistem nomor DDC adalah metode pengelompokan arsip menggunakan kode angka berdasarkan pokok masalah tertentu sehingga dokumen lebih mudah disimpan dan ditemukan.

Apa keuntungan menggunakan sistem DDC?

Keuntungan utama sistem DDC adalah mempermudah penyimpanan, pencarian, dan pengendalian arsip secara sistematis.

Apakah sistem DDC hanya digunakan di perpustakaan?

Tidak. Selain perpustakaan, sistem DDC juga dapat diterapkan dalam pengelolaan arsip sekolah, kantor, perusahaan, dan instansi pemerintah.

Mengapa klasifikasi arsip penting?

Klasifikasi arsip penting untuk menjaga keteraturan dokumen, mempercepat pencarian informasi, dan mengurangi risiko kehilangan arsip.



Comments

Saya Windy dari kelas XII AP,saya ingin mengomentari tentang blog ini. blog ini menjelaskan tentang data klasifikasi arsip berdasarkan sistem nomor ddc. dalam data klasifikasi arsip ini mengajarkan bahwa dalam melakukan arsip ini menggunakan berdasarkan sistem nomor dan sebelum di filing harus di tulis dulu daftar klasifikasi sistem nomor. blog ini mengajarkan banyak apa saja angka2 yang harus sesuai dengan daftar klasifikasi agar tidak sulit jika ingin memasukan dokumen atau mencari dokumen. blog ini juga sangat bagus karena kita juga dapat mempelajari nya dari sini tanpa harus disekolah dan orang lain juga dapat mempelajarinya dari blog ini.

Popular posts from this blog

Uji Kompetensi Soal dan Jawaban Mengelola Kas Kecil (Petty Cash System Imprest) By Celine Edena

Buku Catatan Barang Non Inventaris: Pengertian, Fungsi, Cara Mengisi, Contoh, dan Format Lengkap