Buku/Format Golongan Barang Inventaris: Pengertian, Fungsi, Cara Mengisi, Kode Barang, Contoh, Format, Download dan Perbedaannya dengan Buku Induk

๐Ÿ“… April 14, 2020 Waktu baca Jumlah kata ๐Ÿท️ Administrasi Inventaris ๐Ÿ‘ค Lambue Sofia Simamora, S.Pd., M.M.
๐Ÿ’ฌ WhatsApp ๐Ÿ–ฅ️ SBME Hub

Panduan lengkap Buku/Format Golongan Barang Inventaris untuk guru, siswa, staf administrasi sekolah, instansi pemerintah, dan perusahaan. Dilengkapi contoh format, sistem kode barang, cara pengisian, serta penerapannya di era digital

Materi sebelumnya sudah membahas bahwa untuk mendata atau mencatat barang inventaris dapat dilakukan pada 3 buku/format yaitu :

1. Buku/format Induk Barang Inventaris
2. Buku/format Golongan Barang Inventaris
3. Buku/format  Catatan Barang Non Inventaris

Bagi siswa Manajemen Perkantoran, memahami Buku/Format Golongan Barang Inventaris merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai karena menjadi bagian penting dalam administrasi sarana dan prasarana modern.

Saat ini banyak organisasi telah memanfaatkan aplikasi inventaris berbasis cloud, barcode, QR Code, bahkan teknologi Artificial Intelligence (AI), maka konsep penggolongan barang inventaris tetap menjadi fondasi utama dan diintegrasikan dalam pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel.

Pada artikel ini Anda akan mempelajari pengertian, fungsi, manfaat, kode barang, cara mengisi, contoh format, hingga perbedaan Buku/Format Golongan Barang Inventaris dengan 

Buku/Format Induk Barang Inventaris secara lengkap disertai contoh praktis yang mudah dipahami. Untuk membantu memudahkan dalam melihat dan mengingat kembali barang yang sudah didata dalam catatan maka lambang atau sandi atau kode digunakan sebagai pengganti nama atau uraian kelompok/golongan atau jenis barang.

Sebelum membuat buku/format golongan barang inventaris kita terlebih dahulu membuat 
Buat kelompok atau klasifikasi dari barang-barang yang ada di kantor perusahaan/organisasi.

Sarana diberi kode A
Prasarana diberi kode B
Peralatan diberi kode 100
Perlengkapan diberi kode 200
Barang Bergerak diberi kode 300
Untuk Barang Tidak Bergerak diberi kode 400
Barang Tidak Habis Pakai diberi kode 500
Barang Tidak Habis Pakai Komputer 510
Barang Tidak Habis Pakai Printer 520
Barang Tidak Habis Pakai Scanner 530

Mengelola barang inventaris bukan hanya sekadar mencatat aset yang dimiliki, tetapi juga memastikan setiap barang dapat diidentifikasi, dikelompokkan, dipelihara, dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Salah satu administrasi yang berperan penting dalam proses tersebut adalah Buku/format Golongan Barang Inventaris. Barang yang dikelompokkan juga bukan semua barang karena untuk barang-barang habis pakai maka memakai format/buku catatan barang non inventaris. Jadi barang yang dikelompokkan adalah barang-barang yang tidak habis pakai atau penggunaannya untuk jangka waktu yang lama.

Buku/format ini banyak digunakan di sekolah, kantor pemerintahan, perusahaan, maupun berbagai lembaga lainnya untuk mengelompokkan barang berdasarkan jenis, fungsi, maupun kode inventaris sehingga pencarian data menjadi lebih cepat ketika dilakukan pemeriksaan, audit, maupun stock opname.

Inventarisasi barang-barang tidak habis pakai dilakukan dengan pencatatan pada buku/format Induk Barang Inventaris dan buku/format Golongan Barang Inventaris, sedangkan barang-barang habis pakai dicatat pada buku/format  Catatan Barang Non Inventaris.

Buku/Format Golongan Barang Inventaris adalah buku yang digunakan untuk membantu pencatatan barang-barang inventaris menurut klasifikasi dan kode barang yang telah digolongkan/dikelompokkan oleh kantor suatu organisasi/perusahaan.

Penggolongan atau pengklasifikasian barang bertujuan mendapatkan cara yang paling mudah dan efisien dalam mencatat dan mencari  atau menemukan kembali barang, baik secara fisik maupun melalui daftar catatan.

Penggolongan sandi atau kode barang inventaris dibuat dalam bentuk angka-angka (numeric) yang tersusun menurut pola tertentu agar mudah diingat dan dikenali.

Barang-barang yang ada di buku Induk Barang Inventaris akan dibantu penggolongannya dalam buku Golongan Barang Inventaris.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pengelompokan Barang Inventaris


Dalam praktiknya, masih banyak kesalahan yang dilakukan ketika menyusun Buku/Format Golongan Barang Inventaris. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Barang Habis Pakai Dicatat sebagai Barang Inventaris

Misalnya:

  1. Pulpen

  2. Pensil

  3. Kertas HVS

  4. Tinta printer

Barang-barang tersebut seharusnya dicatat pada Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris karena bersifat habis pakai.

2. Tidak Memberikan Kode Barang

Sebagian orang hanya menuliskan nama barang tanpa memberikan kode inventaris sehingga pencarian barang menjadi lebih sulit.

3. Barang Tidak Dikelompokkan

Komputer, printer, meja, kursi, dan lemari dicatat secara acak sehingga proses pencarian menjadi lambat.

4. Data Tidak Diperbarui

Barang yang rusak, dipindahkan, dijual, atau dihapus masih tercatat sebagai barang aktif.

5. Nomor Inventaris Tidak Sesuai

Nomor inventaris pada Buku/Format Golongan Barang Inventaris harus sesuai dengan nomor yang terdapat pada Buku/Format Induk Barang Inventaris.

Tips Menyusun Buku/Format Golongan Barang Inventaris

Agar administrasi inventaris menjadi lebih efektif, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.

  1. Tentukan sistem klasifikasi barang sejak awal.

  2. Gunakan kode barang yang konsisten.

  3. Berikan label inventaris pada setiap barang.

  4. Lakukan pembaruan data secara berkala.

  5. Laksanakan stock opname minimal satu kali setiap tahun.

  6. Simpan salinan data dalam bentuk digital.

  7. Gunakan Microsoft Excel atau Google Sheets untuk mempermudah pencarian data.

  8. Jika jumlah aset sudah sangat banyak, pertimbangkan menggunakan aplikasi Inventory Management System.

Contoh Klasifikasi dan Kode Barang Inventaris

Setiap sekolah, instansi pemerintah, maupun perusahaan dapat memiliki sistem kode barang inventaris yang berbeda sesuai dengan kebijakan masing-masing. Oleh karena itu, contoh berikut hanya merupakan salah satu model klasifikasi yang dapat dijadikan referensi dalam menyusun Buku/Format Golongan Barang Inventaris.

Kode barang disusun secara bertingkat mulai dari kelompok utama, subkelompok, jenis barang, hingga nomor urut inventaris. Sistem seperti ini mempermudah proses pencarian, pengawasan, serta pengembangan sistem inventaris di masa mendatang.

Contoh Klasifikasi Barang Inventaris

Kelompok

Kode

Sarana

A

Prasarana

B


Contoh Klasifikasi Peralatan

Jenis Barang

Kode

Peralatan

100

Perlengkapan

200


Contoh Klasifikasi Berdasarkan Mobilitas

Jenis

Kode

Barang Bergerak

300

Barang Tidak Bergerak

400


Contoh Klasifikasi Berdasarkan Masa Pakai

Jenis

Kode

Barang Tidak Habis Pakai

500

Barang Habis Pakai

600


Contoh Kode Barang Inventaris Peralatan Kantor

Nama Barang

Contoh Kode

Komputer Desktop

A100300510

Laptop

A100300511

All in One PC

A100300512

Printer Inkjet

A100300520

Printer Laser

A100300521

Scanner

A100300530

Mesin Fotokopi

A100300540

Proyektor LCD

A100300550

Smart TV

A100300551

Layar Proyektor

A100300552

Kamera Digital

A100300560

Kamera DSLR

A100300561

Handycam

A100300562

Speaker Aktif

A100300570

Mikrofon

A100300571


Contoh Kode Barang Inventaris Furniture

Nama Barang

Contoh Kode

Meja Guru

A200300610

Meja Siswa

A200300611

Kursi Guru

A200300620

Kursi Siswa

A200300621

Lemari Arsip

A200300630

Filling Cabinet

A200300631

Rak Buku

A200300632

Meja Komputer

A200300633

Whiteboard

A200300640

Papan Pengumuman

A200300641


Contoh Kode Barang Laboratorium

Nama Barang

Contoh Kode

Komputer Laboratorium

A100300710

Server

A100300711

Switch Hub

A100300712

Access Point

A100300713

Router

A100300714

UPS

A100300715

Stabilizer

A100300716


Contoh Kode Barang Sarana Pembelajaran

Nama Barang

Contoh Kode

Globe

A200300810

Peta Indonesia

A200300811

Peta Dunia

A200300812

Model Anatomi

A200300813

Kit Praktikum

A200300814

Alat Peraga IPA

A200300815

Berikut salah satu contoh cara untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan barang:
Tahun pembelian dibuat paling belakang dari kode

Buku golongan barang inventaris design by lambue sofia simamora

  1. Diisi dengan nomor menurut urutan pembukuan barang inventaris ke dalam Buku/Format Induk Barang Inventaris, sesuai dengan bukti penyerahan barang.
  2. Diisi dengan nomor barang inventaris yang terdapat dalam buku induk inventaris
  3. Diisi sesuai tabel klasifikasi barang inventaris.
  4. Diisi sesuai dengan istilah indonesia yang sudah dibukukan atau sesuai dengan nama
  5. barang yang disebut di dalam Buku Induk Barang Inventaris.
  6. Disisi dengan merk, nomor, type, ukuran dan sebagainya.
  7. Diisi dengan jumlah barang inventaris yang dibukukan.
  8. Diisi sesuai dengan sebutan yang berlaku (misal: stel, lembar M, M2)
  9. Diisi dengan tahun pembuatan barang inventaris yang dibukukan (umpama dari pabrik dan sebagainya)
  10. Diisi sesuai keadaan barang pada waktu diterima misalnya "Baik", "Rusak".
  11. Diisi sesuai harga faktur/bukti penyerahan barang. Untuk barang-barang bantuan/sumbangan yang tidak diberikan harganya, diisi menurut harga taksiran pada waktu penerimaan barang.
  12. Dalam lajur ini dicatat keterangan fungsi barang sebagai alat teknis pendidikan (misalnya alat praktek, alat penelitian percobaan dan sebagainya). Bagi unit kantor, dicatat tempat barang tersebut dipergunakan sebagai alat kantor.
  13. Diisi dengan keterangan tambahan yang dianggap perlu.
Buku/Format Induk Barang Inventaris merupakan sumber data utama, sedangkan Buku/Format Golongan Barang Inventaris merupakan hasil pengelompokan dari data yang terdapat dalam Buku/Format Induk Barang Inventaris. Oleh karena itu, penyusunan Buku/Format Golongan Barang Inventaris selalu diawali dengan pembuatan Buku/Format Induk Barang Inventaris.

Keterangan :
Perbedaan Buku/Format Induk Barang Inventaris dan Buku/Format Golongan Barang Inventaris 

Buku/Format Induk Barang Inventaris dan Buku/Format Golongan Barang Inventaris terlihat hampir sama karena sama-sama digunakan untuk mencatat barang inventaris.  Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi dalam sistem administrasi inventaris.
buku /format golongan barang inventaris design by lambue sofia simamora

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa yang dimaksud dengan Buku/Format Golongan Barang Inventaris?

Buku/Format Golongan Barang Inventaris adalah media administrasi yang digunakan untuk mengelompokkan barang inventaris berdasarkan golongan, jenis, fungsi, atau kode tertentu agar pencatatan dan pengelolaan aset menjadi lebih tertata.

2. Apakah Buku Golongan Barang Inventaris harus berbentuk buku?

Tidak. Saat ini pencatatan dapat dilakukan dalam bentuk buku, formulir cetak, Microsoft Excel, Google Sheets, maupun aplikasi inventaris digital.

3. Apa perbedaan Buku Induk dan Buku Golongan Barang Inventaris?

Buku Induk mencatat seluruh barang inventaris, sedangkan Buku Golongan mengelompokkan barang berdasarkan klasifikasi tertentu.

4. Siapa yang menggunakan Buku/Format Golongan Barang Inventaris?

Guru, siswa, staf tata usaha, pengelola sarana dan prasarana, instansi pemerintah, perusahaan, yayasan, rumah sakit, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi lainnya.\

5. Mengapa barang habis pakai tidak dicatat dalam Buku Golongan Barang Inventaris?

Karena barang habis pakai memiliki karakteristik berbeda. Barang tersebut dicatat dalam Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris sehingga pengelolaannya menjadi lebih tepat sesuai jenis barang.

Baca Juga

Untuk memahami administrasi inventaris secara menyeluruh, Anda juga dapat mempelajari artikel berikut : 

Buku/Format Induk Barang Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2020/04/buku-induk-inventaris.html

Buku/Format Golongan Barang Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2020/04/buku-golongan-barang-inventaris.html

Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2020/05/buku-catatan-barang-non-inventaris.html

Contoh Soal Buku Induk Barang Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2022/06/contoh-soal-buku-induk-barang-inventaris.html

Penutup

Buku/Format Golongan Barang Inventaris merupakan salah satu administrasi penting dalam pengelolaan aset karena berfungsi mengelompokkan barang inventaris berdasarkan klasifikasi tertentu sehingga mempermudah pencatatan, pencarian data, pemeliharaan, audit, hingga penyusunan laporan inventaris.


Meskipun saat ini sebagian besar organisasi telah beralih ke sistem administrasi digital, prinsip penggolongan barang inventaris tetap menjadi dasar dalam setiap aplikasi maupun sistem manajemen aset modern. Oleh karena itu, pemahaman mengenai Buku/Format Golongan Barang Inventaris tetap relevan bagi guru, siswa, staf administrasi, pengelola sarana dan prasarana, instansi pemerintah, maupun perusahaan yang ingin mengelola aset secara tertib, efisien, transparan, dan akuntabel.


Download Gratis

Untuk mempermudah pembaca, berikut contoh format yang dapat digunakan.

Download Format Buku/Format Golongan Barang Inventaris (Spreadsheet/Excel)

Download Contoh Format Buku/Format Golongan Barang Inventaris (PDF)

Comments

Anonymous said…
This comment has been removed by a blog administrator.

Popular posts from this blog

Uji Kompetensi Soal dan Jawaban Mengelola Kas Kecil (Petty Cash System Imprest) By Celine Edena

Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris: Pengertian, Fungsi, Cara Mengisi, Contoh, dan Format Lengkap