Buku/Format Golongan Barang Inventaris: Pengertian, Fungsi, Cara Mengisi, Kode Barang, Contoh, Format, Download dan Perbedaannya dengan Buku Induk
Panduan lengkap Buku/Format Golongan Barang Inventaris untuk guru, siswa, staf administrasi sekolah, instansi pemerintah, dan perusahaan. Dilengkapi contoh format, sistem kode barang, cara pengisian, serta penerapannya di era digital
Materi sebelumnya sudah membahas bahwa untuk mendata atau mencatat barang inventaris dapat dilakukan pada 3 buku/format yaitu :
1. Buku/format Induk Barang Inventaris
2. Buku/format Golongan Barang Inventaris
3. Buku/format Catatan Barang Non Inventaris
Bagi siswa Manajemen Perkantoran, memahami Buku/Format Golongan Barang Inventaris merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai karena menjadi bagian penting dalam administrasi sarana dan prasarana modern.
Saat ini banyak organisasi telah memanfaatkan aplikasi inventaris berbasis cloud, barcode, QR Code, bahkan teknologi Artificial Intelligence (AI), maka konsep penggolongan barang inventaris tetap menjadi fondasi utama dan diintegrasikan dalam pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel.
Pada artikel ini Anda akan mempelajari pengertian, fungsi, manfaat, kode barang, cara mengisi, contoh format, hingga perbedaan Buku/Format Golongan Barang Inventaris dengan
Buku/Format Induk Barang Inventaris secara lengkap disertai contoh praktis yang mudah dipahami. Untuk
membantu memudahkan dalam melihat dan mengingat kembali barang yang sudah
didata dalam catatan maka lambang atau sandi atau kode digunakan sebagai
pengganti nama atau uraian kelompok/golongan atau jenis barang.
Sebelum
membuat buku/format golongan barang inventaris kita terlebih dahulu membuat
Buat
kelompok atau klasifikasi dari barang-barang yang ada di kantor
perusahaan/organisasi.
Sarana diberi kode A
Prasarana diberi kode B
Peralatan diberi kode 100
Perlengkapan diberi kode 200
Barang Bergerak diberi kode 300
Untuk Barang Tidak Bergerak diberi kode 400
Barang Tidak Habis Pakai diberi kode 500
Barang Tidak Habis Pakai Komputer 510
Barang Tidak Habis Pakai Printer 520
Barang Tidak Habis Pakai Scanner 530
Mengelola barang inventaris bukan hanya sekadar mencatat aset yang dimiliki, tetapi juga memastikan setiap barang dapat diidentifikasi, dikelompokkan, dipelihara, dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Salah satu administrasi yang berperan penting dalam proses tersebut adalah Buku/format Golongan Barang Inventaris. Barang yang dikelompokkan juga bukan semua barang karena untuk barang-barang habis pakai maka memakai format/buku catatan barang non inventaris. Jadi barang yang dikelompokkan adalah barang-barang yang tidak habis pakai atau penggunaannya untuk jangka waktu yang lama.
Buku/format ini banyak digunakan di sekolah, kantor pemerintahan, perusahaan, maupun berbagai lembaga lainnya untuk mengelompokkan barang berdasarkan jenis, fungsi, maupun kode inventaris sehingga pencarian data menjadi lebih cepat ketika dilakukan pemeriksaan, audit, maupun stock opname.
Inventarisasi
barang-barang tidak habis pakai dilakukan
dengan pencatatan pada buku/format Induk Barang Inventaris dan buku/format Golongan Barang Inventaris, sedangkan barang-barang habis pakai
dicatat pada buku/format Catatan Barang Non Inventaris.
Buku/Format Golongan Barang Inventaris adalah buku yang digunakan untuk membantu pencatatan
barang-barang inventaris menurut klasifikasi dan kode barang yang telah
digolongkan/dikelompokkan oleh kantor suatu organisasi/perusahaan.
Penggolongan
atau pengklasifikasian barang bertujuan mendapatkan cara yang paling mudah dan
efisien dalam mencatat dan mencari atau menemukan kembali barang, baik
secara fisik maupun melalui daftar catatan.
Penggolongan
sandi atau kode barang inventaris dibuat dalam bentuk angka-angka (numeric)
yang tersusun menurut pola tertentu agar mudah diingat dan dikenali.
Barang-barang yang ada di buku Induk Barang
Inventaris akan dibantu penggolongannya dalam buku Golongan Barang Inventaris.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pengelompokan Barang Inventaris
Dalam praktiknya, masih banyak kesalahan yang dilakukan ketika menyusun Buku/Format Golongan Barang Inventaris. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Barang Habis Pakai Dicatat sebagai Barang Inventaris
Misalnya:
Pulpen
Pensil
Kertas HVS
Tinta printer
Barang-barang tersebut seharusnya dicatat pada Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris karena bersifat habis pakai.
2. Tidak Memberikan Kode Barang
Sebagian orang hanya menuliskan nama barang tanpa memberikan kode inventaris sehingga pencarian barang menjadi lebih sulit.
3. Barang Tidak Dikelompokkan
Komputer, printer, meja, kursi, dan lemari dicatat secara acak sehingga proses pencarian menjadi lambat.
4. Data Tidak Diperbarui
Barang yang rusak, dipindahkan, dijual, atau dihapus masih tercatat sebagai barang aktif.
5. Nomor Inventaris Tidak Sesuai
Nomor inventaris pada Buku/Format Golongan Barang Inventaris harus sesuai dengan nomor yang terdapat pada Buku/Format Induk Barang Inventaris.
Tips Menyusun Buku/Format Golongan Barang Inventaris
Agar administrasi inventaris menjadi lebih efektif, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.
Tentukan sistem klasifikasi barang sejak awal.
Gunakan kode barang yang konsisten.
Berikan label inventaris pada setiap barang.
Lakukan pembaruan data secara berkala.
Laksanakan stock opname minimal satu kali setiap tahun.
Simpan salinan data dalam bentuk digital.
Gunakan Microsoft Excel atau Google Sheets untuk mempermudah pencarian data.
Jika jumlah aset sudah sangat banyak, pertimbangkan menggunakan aplikasi Inventory Management System.
Contoh Klasifikasi dan Kode Barang Inventaris
Setiap sekolah, instansi pemerintah, maupun perusahaan dapat memiliki sistem kode barang inventaris yang berbeda sesuai dengan kebijakan masing-masing. Oleh karena itu, contoh berikut hanya merupakan salah satu model klasifikasi yang dapat dijadikan referensi dalam menyusun Buku/Format Golongan Barang Inventaris.
Kode barang disusun secara bertingkat mulai dari kelompok utama, subkelompok, jenis barang, hingga nomor urut inventaris. Sistem seperti ini mempermudah proses pencarian, pengawasan, serta pengembangan sistem inventaris di masa mendatang.
Contoh Klasifikasi Barang Inventaris
Contoh Klasifikasi Peralatan
Contoh Klasifikasi Berdasarkan Mobilitas
Contoh Klasifikasi Berdasarkan Masa Pakai
Contoh Kode Barang Inventaris Peralatan Kantor
Contoh Kode Barang Inventaris Furniture
Contoh Kode Barang Laboratorium
Contoh Kode Barang Sarana Pembelajaran
Berikut
salah satu contoh cara untuk mengelompokkan atau
mengklasifikasikan barang:
Tahun pembelian dibuat paling belakang dari kode
![]() |
| Buku golongan barang inventaris design by lambue sofia simamora |
- Diisi dengan nomor menurut urutan pembukuan barang inventaris ke dalam Buku/Format Induk Barang Inventaris, sesuai dengan bukti penyerahan barang.
- Diisi dengan nomor barang inventaris yang terdapat dalam buku induk inventaris
- Diisi sesuai tabel klasifikasi barang inventaris.
- Diisi sesuai dengan istilah indonesia yang sudah dibukukan atau sesuai dengan nama
- barang yang disebut di dalam Buku Induk Barang Inventaris.
- Disisi dengan merk, nomor, type, ukuran dan sebagainya.
- Diisi dengan jumlah barang inventaris yang dibukukan.
- Diisi sesuai dengan sebutan yang berlaku (misal: stel, lembar M, M2)
- Diisi dengan tahun pembuatan barang inventaris yang dibukukan (umpama dari pabrik dan sebagainya)
- Diisi sesuai keadaan barang pada waktu diterima misalnya "Baik", "Rusak".
- Diisi sesuai harga faktur/bukti penyerahan barang. Untuk barang-barang bantuan/sumbangan yang tidak diberikan harganya, diisi menurut harga taksiran pada waktu penerimaan barang.
- Dalam lajur ini dicatat keterangan fungsi barang sebagai alat teknis pendidikan (misalnya alat praktek, alat penelitian percobaan dan sebagainya). Bagi unit kantor, dicatat tempat barang tersebut dipergunakan sebagai alat kantor.
- Diisi dengan keterangan tambahan yang dianggap perlu.
Perbedaan Buku/Format Induk Barang Inventaris dan Buku/Format Golongan Barang Inventaris
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apa yang dimaksud dengan Buku/Format Golongan Barang Inventaris?
Buku/Format Golongan Barang Inventaris adalah media administrasi yang digunakan untuk mengelompokkan barang inventaris berdasarkan golongan, jenis, fungsi, atau kode tertentu agar pencatatan dan pengelolaan aset menjadi lebih tertata.
2. Apakah Buku Golongan Barang Inventaris harus berbentuk buku?
Tidak. Saat ini pencatatan dapat dilakukan dalam bentuk buku, formulir cetak, Microsoft Excel, Google Sheets, maupun aplikasi inventaris digital.
3. Apa perbedaan Buku Induk dan Buku Golongan Barang Inventaris?
Buku Induk mencatat seluruh barang inventaris, sedangkan Buku Golongan mengelompokkan barang berdasarkan klasifikasi tertentu.
4. Siapa yang menggunakan Buku/Format Golongan Barang Inventaris?
Guru, siswa, staf tata usaha, pengelola sarana dan prasarana, instansi pemerintah, perusahaan, yayasan, rumah sakit, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi lainnya.\
5. Mengapa barang habis pakai tidak dicatat dalam Buku Golongan Barang Inventaris?
Karena barang habis pakai memiliki karakteristik berbeda. Barang tersebut dicatat dalam Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris sehingga pengelolaannya menjadi lebih tepat sesuai jenis barang.
Baca Juga
Untuk memahami administrasi inventaris secara menyeluruh, Anda juga dapat mempelajari artikel berikut :
Buku/Format Induk Barang Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2020/04/buku-induk-inventaris.html
Buku/Format Golongan Barang Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2020/04/buku-golongan-barang-inventaris.html
Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2020/05/buku-catatan-barang-non-inventaris.html
Contoh Soal Buku Induk Barang Inventaris
https://www.smkdamosdiary.com/2022/06/contoh-soal-buku-induk-barang-inventaris.html
Penutup
Buku/Format Golongan Barang Inventaris merupakan salah satu administrasi penting dalam pengelolaan aset karena berfungsi mengelompokkan barang inventaris berdasarkan klasifikasi tertentu sehingga mempermudah pencatatan, pencarian data, pemeliharaan, audit, hingga penyusunan laporan inventaris.
Meskipun saat ini sebagian besar organisasi telah beralih ke sistem administrasi digital, prinsip penggolongan barang inventaris tetap menjadi dasar dalam setiap aplikasi maupun sistem manajemen aset modern. Oleh karena itu, pemahaman mengenai Buku/Format Golongan Barang Inventaris tetap relevan bagi guru, siswa, staf administrasi, pengelola sarana dan prasarana, instansi pemerintah, maupun perusahaan yang ingin mengelola aset secara tertib, efisien, transparan, dan akuntabel.
Download Gratis
Untuk mempermudah pembaca, berikut contoh format yang dapat digunakan.
Download Format Buku/Format Golongan Barang Inventaris (Spreadsheet/Excel)
Download Contoh Format Buku/Format Golongan Barang Inventaris (PDF)

Comments