Daftar Klasifikasi Sistem Nomor (Numeric Filing System): Pengertian, Contoh, Kelebihan, dan Cara Penyusunan
A. Pengertian Sistem Nomor DDC
Sistem Nomor DDC (Dewey Decimal Classification) merupakan salah satu metode klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan dokumen atau arsip berdasarkan pokok masalah tertentu dengan menggunakan kode angka. Sistem ini awalnya banyak digunakan dalam pengelolaan perpustakaan, namun dalam perkembangannya juga diterapkan pada sistem kearsipan di berbagai organisasi, perusahaan, sekolah, dan instansi pemerintah.
Melalui sistem DDC, setiap arsip diberi kode tertentu sesuai dengan kelompok masalahnya sehingga memudahkan proses penyimpanan, pencarian, pemeliharaan, dan pengendalian arsip. Dengan adanya klasifikasi yang terstruktur, petugas arsip dapat menemukan dokumen yang dibutuhkan secara cepat dan tepat.
B. Tujuan Penggunaan Sistem Nomor DDC dalam Kearsipan
Penerapan sistem nomor DDC memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
Mempermudah penyimpanan arsip berdasarkan kelompok masalah.
Mempercepat proses pencarian dokumen.
Mengurangi risiko kehilangan arsip.
Menciptakan sistem penyimpanan yang teratur dan sistematis.
Memudahkan pengendalian serta pemeliharaan arsip dalam jangka panjang.
C. Kelebihan Sistem Nomor DDC
Sistem nomor DDC memiliki berbagai kelebihan yang membuatnya masih banyak digunakan hingga saat ini, yaitu:
1. Mudah Dipahami
Pengelompokan dilakukan menggunakan angka yang tersusun secara logis dan sistematis.
2. Fleksibel
Sistem dapat digunakan pada berbagai jenis organisasi, baik sekolah, kantor, maupun perusahaan.
3. Memudahkan Pengembangan Arsip
Jika terdapat jenis arsip baru, klasifikasi dapat ditambahkan tanpa mengubah struktur utama.
4. Efisien
Pencarian dokumen menjadi lebih cepat karena setiap arsip memiliki kode yang jelas.
D. Cara Menentukan Kode Arsip DDC
Langkah-langkah menentukan kode arsip dengan sistem DDC adalah:
Identifikasi isi atau pokok masalah dokumen.
Tentukan kelompok masalah utama.
Tentukan sub masalah yang sesuai.
Berikan kode klasifikasi berdasarkan daftar DDC.
Cantumkan kode pada map, folder, atau database arsip.
Sebagai contoh:
E. Contoh Penggunaan Sistem Nomor DDC
Dalam bidang kepegawaian, seluruh dokumen yang berkaitan dengan pegawai dikelompokkan ke dalam kode utama 000. Selanjutnya dibuat sub klasifikasi seperti:
000 : Formasi Pegawai
001 : Izin Pegawai
002 : Mutasi Pegawai
003 : PHK
004 : Pensiun
005 : Kesehatan Pegawai
Sedangkan untuk bidang perdagangan dapat menggunakan kelompok kode 100, seperti:
100 : Promosi
101 : Permintaan Penawaran
102 : Penawaran
Dengan sistem tersebut, setiap dokumen dapat ditemukan dengan lebih mudah berdasarkan nomor klasifikasinya.
Manfaat Sistem DDC bagi Sekolah dan Perkantoran
Bagi sekolah maupun perkantoran, sistem DDC memberikan manfaat sebagai berikut:
Mempermudah pengelolaan surat masuk dan surat keluar.
Membantu penyimpanan dokumen kepegawaian.
Memudahkan pengarsipan dokumen akademik.
Mempercepat pelayanan administrasi.
Meningkatkan efisiensi kerja bagian tata usaha.
F. Daftar Klasifikasi Arsip Sistem Nomor DDC
Berikut adalah daftar klasifikasi arsip sistem nomor DDC yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan arsip.
No
|
Main Subject
(Masalah Utama)
|
Sub Subject
(Sub Masalah )
|
Sub-Sub Subject
(Sub-Sub Masalah )
|
CODE
| |
1.
|
KEPEGAWAIAN
(KP)
|
0 0 0
| |||
Pengadaan
|
0 0 0
| ||||
Formasi
|
000
| ||||
Ijin
|
001
| ||||
Mutasi
|
002
| ||||
PHK
|
003
| ||||
Pensiun
|
004
| ||||
Kesehatan
|
005
| ||||
Kesejahteraan
|
0 1 0
| ||||
Bantuan Sosial
|
010
| ||||
Tunjangan Hari Raya
|
011
| ||||
Tunjangan Akhir Tahun
|
012
| ||||
2.
|
PERDAGANGAN
(PD)
|
1 0 0
| |||
Pemasaran
|
1 0 0
| ||||
Promosi
|
100
| ||||
Permintaan Penawaran
|
101
| ||||
Penawaran
|
102
| ||||
Pembelian
|
1 1 0
| ||||
Promosi
|
110
| ||||
Permintaan Penawaran
|
111
| ||||
Penawaran
|
112
| ||||
Produksi
|
1 2 0
| ||||
Pesanan
|
120
| ||||
Surat Jalan
|
121
| ||||
Faktur/Invoice
|
122
| ||||
Mesin pabrik
|
124
| ||||
Keuangan
|
1 3 0
| ||||
Tangguhan Pembayaran
|
130
| ||||
Tagihan I
|
131
| ||||
Tagihan II
|
132
| ||||
Tagihan III
|
133
| ||||
Kwitansi
|
134
135
| ||||
Nota
| |||||
3.
|
DINAS
(DN)
|
2 0 0
| |||
Kerjasama
|
2 0 0
| ||||
Kerjasama Perdagangan
|
200
| ||||
Kerjasama Olahraga
|
201
| ||||
Kerjasama Diklat
|
202
| ||||
Surat Dinas
|
2 1 0
| ||||
Surat Tugas
|
210
| ||||
Surat Keputusan
|
211
| ||||
Surat Perintah
|
212
| ||||
Surat Intruksi
|
213
| ||||
Nota Dinas
|
214
| ||||
Memorandum
|
215
| ||||
Apa yang dimaksud dengan sistem nomor DDC?
Sistem nomor DDC adalah metode pengelompokan arsip menggunakan kode angka berdasarkan pokok masalah tertentu sehingga dokumen lebih mudah disimpan dan ditemukan.
Apa keuntungan menggunakan sistem DDC?
Keuntungan utama sistem DDC adalah mempermudah penyimpanan, pencarian, dan pengendalian arsip secara sistematis.
Apakah sistem DDC hanya digunakan di perpustakaan?
Tidak. Selain perpustakaan, sistem DDC juga dapat diterapkan dalam pengelolaan arsip sekolah, kantor, perusahaan, dan instansi pemerintah.
Mengapa klasifikasi arsip penting?
Klasifikasi arsip penting untuk menjaga keteraturan dokumen, mempercepat pencarian informasi, dan mengurangi risiko kehilangan arsip.
Comments