Pengarsipan Sistem Subject
Berbeda dengan Numeric Filing System yang menggunakan nomor atau Alphabetic Filing System yang menggunakan nama, Subject Filing System mengelompokkan arsip berdasarkan topik pembahasan. Oleh karena itu, dokumen yang memiliki pokok bahasan yang sama akan disimpan dalam satu kelompok klasifikasi sehingga lebih mudah ditemukan ketika diperlukan.
Artikel ini menyajikan daftar klasifikasi Sistem Subject secara lengkap beserta contoh penerapan, keuntungan, kekurangan, langkah penyusunan, serta tips penerapannya dalam Administrasi Perkantoran modern.
Daftar Isi
- Pengertian Subject Filing System
- Fungsi Subject Filing System
- Kelebihan
- Kekurangan
- Langkah Penyusunan
- Daftar Klasifikasi Subject
- Contoh Penerapan
- FAQ
Pengertian Subject Filing System
Subject Filing System adalah sistem penyimpanan arsip berdasarkan isi atau pokok masalah dari suatu dokumen. Setiap dokumen dikelompokkan ke dalam kategori tertentu sehingga arsip yang memiliki tema yang sama berada pada lokasi penyimpanan yang sama.
Sistem ini banyak diterapkan pada organisasi yang menghasilkan dokumen dalam jumlah besar dan memiliki berbagai jenis kegiatan administrasi. Dengan klasifikasi yang baik, proses pencarian arsip menjadi lebih cepat, efisien, dan sistematis.
Fungsi Subject Filing System
- Mengelompokkan arsip berdasarkan pokok masalah.
- Mempermudah pencarian dokumen.
- Mengurangi kesalahan penyimpanan arsip.
- Meningkatkan efisiensi administrasi.
- Mendukung pengelolaan arsip jangka panjang.
- Mempermudah digitalisasi arsip.
Kelebihan Subject Filing System
- Mudah dipahami.
- Cocok untuk berbagai jenis organisasi.
- Dokumen cepat ditemukan.
- Fleksibel ketika ada klasifikasi baru.
- Mendukung Records Management modern.
Kekurangan Subject Filing System
- Membutuhkan standar klasifikasi yang jelas.
- Dokumen dapat salah ditempatkan jika klasifikasi tidak konsisten.
- Perlu evaluasi klasifikasi secara berkala.
Langkah Menyusun Subject Filing System
- Identifikasi seluruh aktivitas organisasi.
- Tentukan kelompok subject utama.
- Buat sub-subject secara konsisten.
- Susun kode klasifikasi.
- Lakukan evaluasi secara berkala.
Daftar Klasifikasi Sistem Subject
No | Main Subject (Masalah Utama) | Sub Subject (Sub Masalah ) | Sub-Sub Subject (Sub-Sub Masalah ) | CODE | |
1. | KEPEGAWAIAN (KP) | KP1 | |||
Pengadaan | KP1.1 | ||||
Formasi | KP1.1.1 | ||||
Ijin | KP1.1.2 | ||||
Mutasi | KP1.1.3 | ||||
PHK | KP1.1.4 | ||||
Pensiun | KP1.1.5 | ||||
Kesehatan | KP1.1.6 | ||||
Kesejahteraan | KP1.2 | ||||
Bantuan Sosial | KP1.2.1 | ||||
Tunjangan Hari Raya | KP1.2.2 | ||||
Tunjangan Akhir Tahun | KP1.2.3 | ||||
2. | PERDAGANGAN (PD) | PD2 | |||
Pemasaran | PD2.1 | ||||
Promosi | PD2.1.1 | ||||
Permintaan Penawaran | PD2.1.2 | ||||
Penawaran | PD2.1.3 | ||||
Pembelian | PD2.2 | ||||
Promosi | PD2.2.1 | ||||
Permintaan Penawaran | PD2.2.2 | ||||
Penawaran | PD2.2.3 | ||||
Produksi | PD2.3 | ||||
Pesanan | PD2.3.1 | ||||
Surat Jalan | PD2.3.2 | ||||
Faktur/Invoice | PD2.3.3 | ||||
Mesin pabrik | PD2.3.4 | ||||
Keuangan | PD2.4 | ||||
Tangguhan Pembayaran | PD2.4.1 | ||||
Tagihan I | PD2.4.2 | ||||
Tagihan II | PD2.4.3 | ||||
Tagihan III | PD2.4.4 | ||||
Kwitansi | PD2.4.5 PD2.4.6 | ||||
Nota | |||||
3. | DINAS (DN) | DN3 | |||
Kerjasama | DN3.1 | ||||
Kerjasama Perdagangan | DN3.1.1 | ||||
Kerjasama Olahraga | DN3.1.2 | ||||
Kerjasama Diklat | DN3.1.3 | ||||
Surat Dinas | DN3.2 | ||||
Surat Tugas | DN3.2.1 | ||||
Surat Keputusan | DN3.2.2 | ||||
Surat Perintah | DN3.2.3 | ||||
Surat Intruksi | DN3.2.4 | ||||
Nota Dinas | DN3.2.5 | ||||
Memorandum | DN3.2.6 | ||||
Contoh Penerapan Subject Filing System
Subject Filing System dapat diterapkan di berbagai jenis organisasi. Dengan mengelompokkan arsip berdasarkan pokok masalah, proses pencarian dokumen menjadi lebih cepat dan efisien.
A. Sekolah
Di lingkungan sekolah, dokumen dapat dikelompokkan berdasarkan bidang kegiatan, misalnya:
- Kurikulum
- Kesiswaan
- Sarana dan Prasarana
- Keuangan
- Kepegawaian
- Hubungan Industri
- Perpustakaan
B. Perusahaan
Pada perusahaan, klasifikasi dapat dibuat berdasarkan fungsi bisnis.
| Bagian | Contoh Subject |
|---|---|
| Human Resources | Recruitment, Training, Employee Performance |
| Finance | Budget, Tax, Payroll |
| Marketing | Promotion, Advertising, Customer |
| Production | Quality Control, Machine Maintenance |
| Purchasing | Supplier, Purchase Order |
C. Instansi Pemerintah
Instansi pemerintah umumnya menggunakan sistem klasifikasi berdasarkan urusan pemerintahan sehingga setiap surat dapat disimpan sesuai bidang tugas masing-masing.
Mengapa Subject Filing System Masih Digunakan?
Walaupun saat ini banyak organisasi telah menggunakan sistem arsip digital, Subject Filing System tetap menjadi dasar dalam pengelompokan dokumen. Hampir semua aplikasi Document Management System (DMS) masih menggunakan konsep klasifikasi berdasarkan subject atau kategori.
- Mudah dipahami pegawai.
- Dokumen lebih cepat ditemukan.
- Mengurangi kesalahan penyimpanan.
- Mudah diterapkan pada arsip fisik maupun digital.
- Mendukung Records Management modern.
Perbedaan Subject Filing System dengan Sistem Filing Lainnya
| Sistem | Dasar Penyimpanan |
|---|---|
| Subject Filing | Pokok Masalah |
| Alphabetic Filing | Nama |
| Numeric Filing | Nomor |
| Chronological Filing | Tanggal |
| Geographic Filing | Wilayah |
Tips Mengelola Arsip Menggunakan Subject Filing System
- Buat daftar klasifikasi sebelum arsip disimpan.
- Gunakan istilah yang konsisten.
- Hindari subject yang terlalu umum.
- Lakukan evaluasi klasifikasi minimal satu kali setiap tahun.
- Gunakan kode klasifikasi untuk mempercepat pencarian.
- Kombinasikan dengan penyimpanan digital.
Kesimpulan
Subject Filing System merupakan salah satu metode penyimpanan arsip yang paling efektif karena mengelompokkan dokumen berdasarkan isi atau pokok masalah. Sistem ini masih banyak digunakan pada sekolah, perusahaan, maupun instansi pemerintah dan tetap relevan pada era digital karena menjadi dasar pengelompokan dokumen dalam berbagai aplikasi manajemen arsip elektronik.
Frequently Asked Questions (FAQ)
What is a Subject Filing System?
A Subject Filing System is a document filing method that organizes records based on their subject or topic. It helps users store and retrieve documents more efficiently by grouping related information together.
What are the advantages of Subject Filing?
The main advantages include easier document retrieval, systematic organization, flexibility, and suitability for both physical and digital archives.
Where is Subject Filing System commonly used?
This filing method is widely used in schools, government institutions, hospitals, universities, libraries, and private companies.
What is the difference between Subject Filing and Numeric Filing?
Subject Filing organizes records according to their topics, while Numeric Filing uses numerical codes as the primary filing reference.
Can Subject Filing be used in digital document management?
Yes. Most modern electronic document management systems still use subject classification to organize digital records.
Why is Subject Filing important?
It improves document organization, reduces filing errors, speeds up retrieval, and supports efficient records management.
Comments