Subject Filing System: Panduan Lengkap Pengarsipan Berdasarkan Subjek

๐Ÿ“… August 25, 2026 Waktu baca Jumlah kata ๐Ÿท️ Administrasi Perkantoran ๐Ÿ‘ค Lambue Sofia Simamora, S.Pd., M.M.
๐Ÿ’ฌ WhatsApp ๐Ÿ–ฅ️ SBME Hub
RECORDS & DIGITAL FILING • LESSON 03 OF 07

Subject Filing System: Panduan Lengkap Pengarsipan Berdasarkan Subjek

Pelajari cara mengklasifikasikan arsip berdasarkan pokok masalah, menentukan kode, menyusun folder, melakukan filing dan retrieval, serta menerapkannya pada pengarsipan digital.

Subject Filing System adalah sistem penyimpanan arsip yang menggunakan subjek, pokok masalah, fungsi, atau kegiatan sebagai dasar utama pengelompokan dokumen. Sistem ini sangat berguna ketika pengguna lebih sering mencari dokumen berdasarkan isi atau topik daripada nama, tanggal, nomor, atau wilayah.

Contohnya, sebuah sekolah dapat memiliki kelompok arsip seperti Kepegawaian, Keuangan, Kurikulum, Sarana Prasarana, Hubungan Industri, dan Kesiswaan. Setiap kelompok dapat dikembangkan lagi menjadi subjek yang lebih spesifik.

1. Kapan Subject Filing Digunakan?

  • ketika dokumen sering dicari berdasarkan masalah atau kegiatan;
  • ketika organisasi memiliki banyak jenis dokumen dengan fungsi berbeda;
  • ketika satu nama atau nomor tidak cukup menggambarkan isi dokumen;
  • ketika organisasi ingin membangun struktur klasifikasi arsip yang lebih sistematis.
Konsep penting:
Dalam Subject Filing, pertanyaan utamanya bukan “siapa pengirimnya?”, tetapi “dokumen ini membahas masalah apa?”

2. Struktur Klasifikasi Subjek

Struktur klasifikasi biasanya terdiri dari subjek utama, kemudian dapat dikembangkan menjadi subjek sekunder dan subjek lebih rinci.

Subjek Utama Subjek Sekunder Contoh Dokumen
KepegawaianRekrutmenLamaran, hasil seleksi, surat penerimaan
KepegawaianAbsensiDaftar hadir, rekap keterlambatan
KeuanganPembayaranInvoice, kuitansi, bukti transfer
Sarana PrasaranaPemeliharaanJadwal servis, laporan kerusakan

3. Kode dalam Subject Filing

Kode digunakan untuk membantu mengidentifikasi kelompok arsip. Organisasi dapat memakai huruf, angka, atau kombinasi keduanya, selama konsisten dan mudah dipahami.

KodeSubjekSubjek Sekunder
KPKepegawaian-
KP-01KepegawaianRekrutmen
KP-02KepegawaianAbsensi
KU-01KeuanganPembayaran
SP-01Sarana PrasaranaPemeliharaan

4. Prosedur Subject Filing

1. Inspect
Pastikan dokumen siap disimpan.
2. Analyze
Tentukan pokok masalah dokumen.
3. Classify
Tentukan subjek dan subjek sekunder.
4. Code
Berikan kode klasifikasi.
5. Sort
Kelompokkan dokumen sejenis.
6. File
Tempatkan pada folder yang tepat.
7. Retrieve
Temukan kembali berdasarkan subjek/kode.

5. Subject Filing Manual dan Digital

Pada sistem manual, guide dan folder dapat disusun berdasarkan subjek utama dan subjek sekunder. Dalam sistem digital, logika yang sama dapat diterapkan melalui folder dan metadata.

ARSIP
├── KEPEGAWAIAN
│   ├── Rekrutmen
│   └── Absensi
├── KEUANGAN
│   └── Pembayaran
└── SARANA_PRASARANA
    └── Pemeliharaan

Dalam Document Management System, satu dokumen bahkan dapat memiliki beberapa metadata sekaligus: subject, tanggal, unit kerja, nomor dokumen, dan status. Dengan demikian, retrieval tidak hanya bergantung pada satu folder.

6. Kelebihan dan Keterbatasan

KelebihanKeterbatasan
Sangat cocok untuk dokumen berbasis fungsi atau masalahSubjek dapat ditafsirkan berbeda oleh petugas
Mudah dikembangkan menjadi klasifikasi bertingkatMembutuhkan daftar klasifikasi yang jelas
Cocok untuk arsip manual dan digitalJika terlalu banyak subjek, struktur dapat menjadi rumit

7. Workplace Practice

Anda menerima dokumen berikut:

  1. surat lamaran kerja;
  2. invoice pembelian komputer;
  3. laporan kerusakan AC;
  4. rekap absensi pegawai;
  5. bukti pembayaran vendor.

Tugas: Tentukan subjek utama, subjek sekunder, dan kode untuk setiap dokumen. Setelah itu jelaskan bagaimana dokumen tersebut akan disimpan dan ditemukan kembali.

8. HOTS Challenge

Sebuah organisasi menggunakan 60 subjek arsip, tetapi banyak petugas memilih subjek berbeda untuk dokumen yang sebenarnya sama. Akibatnya, satu jenis dokumen tersebar di beberapa folder.

  1. Apa penyebab utama masalah tersebut?
  2. Bagaimana organisasi memperbaiki struktur klasifikasi?
  3. Apakah semua 60 subjek perlu dipertahankan?
  4. Bagaimana metadata digital dapat membantu mengurangi salah klasifikasi?

9. Common Mistakes

  • subjek terlalu umum sehingga satu folder berisi terlalu banyak dokumen;
  • subjek terlalu rinci sehingga struktur menjadi sulit digunakan;
  • tidak ada daftar klasifikasi resmi;
  • kode tidak konsisten;
  • petugas menyimpan berdasarkan nama pengirim padahal sistem yang digunakan adalah subject filing.

10. FAQ Subject Filing

Apa dasar utama Subject Filing?

Dasarnya adalah isi, pokok masalah, fungsi, atau kegiatan yang dibahas dalam dokumen.

Apakah Subject Filing cocok untuk arsip digital?

Sangat cocok. Struktur subjek dapat digunakan sebagai folder, kategori, tag, atau metadata dalam sistem digital.

Apa bedanya dengan Alphabetical Filing?

Alphabetical Filing menggunakan nama sebagai dasar utama, sedangkan Subject Filing menggunakan isi atau pokok masalah.

11. Continue Your Learning Path

02 Alphabetical Filing
Nama sebagai dasar filing.
← Previous Lesson
03 ✓ Subject Filing
Anda sedang di lesson ini.
04 Chronological Filing
Penyimpanan berdasarkan tanggal.
Next Lesson →
PRACTICE WHAT YOU LEARN

๐ŸŽฎ Practice Subject Filing in SBME

Praktikkan klasifikasi, coding, filing, dan retrieval berdasarkan subject melalui aktivitas dan simulasi administrasi.

Open SBME Lab ↗

Kesimpulan: Subject Filing System membantu organisasi mengelompokkan arsip berdasarkan pokok masalah atau fungsi. Sistem ini efektif ketika didukung klasifikasi yang jelas, kode yang konsisten, dan prosedur filing yang dipahami oleh seluruh petugas. Dalam lingkungan digital, struktur subject dapat dikembangkan melalui folder, kategori, dan metadata.

Comments

Popular posts from this blog

Uji Kompetensi Soal dan Jawaban Mengelola Kas Kecil (Petty Cash System Imprest) By Celine Edena

Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris: Pengertian, Fungsi, Cara Mengisi, Contoh, dan Format Lengkap