Sistem Tanggal (Chronological Filing System): Pengertian, Prosedur, Contoh & Cara Penyimpanan Arsip
Sistem tanggal (chronological filing system) adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip berdasarkan urutan waktu.
Untuk surat masuk, tanggal yang digunakan dapat mengacu pada tanggal surat diterima, sedangkan untuk surat keluar menggunakan tanggal surat dikirim, sesuai prosedur kearsipan yang diterapkan organisasi. Konsep ini juga digunakan dalam literatur kearsipan yang membahas chronological filing system.
Dengan demikian, kata tangkap utama dalam sistem ini bukan nama orang, perusahaan, wilayah, atau pokok masalah, melainkan tanggal.
Struktur dasar sistem tanggal
Urutan penyimpanannya dapat dibuat:
Tahun → Bulan → Tanggal → Arsip
Contoh:
2026 → Agustus → 19 → Surat
Pengelompokan tahun, bulan, dan tanggal merupakan karakteristik utama chronological filing system.
Kapan Sistem Tanggal Cocok Digunakan?
Sistem tanggal cocok digunakan ketika dokumen sering dicari berdasarkan waktu terjadinya transaksi atau kegiatan.
Contohnya:
surat masuk dan surat keluar;
bukti pembayaran;
faktur;
laporan harian;
dokumen transaksi;
formulir pelayanan;
agenda kegiatan;
dokumen administrasi yang memiliki periode tertentu.
Sistem ini menjadi sangat efektif apabila petugas mengetahui kapan dokumen diterima, dikirim, atau dibuat.
Susunan Arsip dalam Sistem Tanggal
Dalam penyimpanan arsip manual menggunakan filing cabinet, sistem tanggal dapat dibagi menjadi tiga tingkatan.
1. Tahun sebagai pembagian utama
Tahun dapat digunakan sebagai pembagian utama atau judul laci.
Contoh:
2024
2025
2026
2. Bulan sebagai pembagian kedua
Di dalam tahun, arsip dibagi berdasarkan bulan.
Contoh:
Januari
Februari
Maret
...
Desember
3. Tanggal sebagai pembagian berikutnya
Di dalam setiap bulan, dokumen dikelompokkan kembali berdasarkan tanggal.
Contoh:
01
02
03
...
31
Dengan demikian struktur penyimpanannya menjadi:
2026 → Agustus → 19
Contoh Pengarsipan Menggunakan Sistem Tanggal
Perhatikan kasus berikut.
Sebuah surat diterima dari PT Makmur Jaya pada 20 November 2026 dan organisasi menggunakan tanggal penerimaan sebagai dasar penyimpanan surat masuk.
Petugas menentukan:
Tahun: 2026
Bulan: November
Tanggal: 20
Maka lokasi penyimpanannya adalah:
Laci 2026 → Guide November → Folder 20
Surat kemudian ditempatkan pada folder tersebut bersama arsip lain yang memiliki klasifikasi tanggal yang sama.
Prosedur Penyimpanan Arsip Sistem Tanggal
Mengarsipkan dokumen bukan sekadar memasukkan surat ke dalam folder.
Petugas perlu melakukan beberapa tahapan secara sistematis.
1. Memeriksa dokumen
Pastikan dokumen:
telah selesai diproses;
memang harus disimpan;
memiliki informasi tanggal yang jelas;
tidak masih diperlukan untuk proses administrasi lain.
2. Menentukan tanggal yang digunakan
Periksa apakah dokumen merupakan:
Surat masuk → gunakan tanggal penerimaan sesuai prosedur organisasi.
Surat keluar → gunakan tanggal pengiriman sesuai prosedur organisasi.
Petugas harus konsisten menggunakan pedoman yang berlaku.
3. Memberikan kode tanggal
Misalnya:
19 Agustus 2026
dapat diberi kode:
2026 / 08 / 19
4. Menyortir arsip
Kelompokkan dokumen berdasarkan:
tahun → bulan → tanggal.
Proses penyortiran membantu mengurangi kesalahan penempatan dokumen.
5. Menempatkan arsip
Masukkan dokumen ke lokasi yang sesuai.
Contoh:
2026 → Agustus → Folder 19
6. Memastikan posisi arsip
Periksa kembali apakah dokumen telah ditempatkan pada tahun, bulan, dan tanggal yang benar.
Kesalahan satu tanggal saja dapat membuat dokumen sulit ditemukan kembali.
Bagaimana Cara Menemukan Kembali Arsip?
Sekarang bayangkan pimpinan meminta:
“Tolong cari surat yang kita terima tanggal 19 Agustus 2026.”
Petugas tidak perlu mencari berdasarkan nama perusahaan terlebih dahulu.
Urutan pencariannya adalah:
2026 → Agustus → 19 → dokumen yang dicari
Setelah dokumen ditemukan, petugas perlu mengikuti prosedur peminjaman atau pencatatan arsip apabila dokumen dikeluarkan dari tempat penyimpanannya.
Kelebihan Sistem Tanggal
Sistem tanggal mempunyai beberapa kelebihan.
Pertama, sederhana.
Petugas relatif mudah memahami urutan tahun, bulan, dan tanggal.
Kedua, cocok untuk dokumen periodik.
Sistem ini efektif untuk dokumen yang memiliki hubungan kuat dengan waktu.
Ketiga, mempermudah pencarian berdasarkan tanggal.
Jika tanggal dokumen diketahui, lokasi penyimpanan dapat ditentukan dengan cepat.
Keempat, mudah dikombinasikan dengan sistem lain.
Dalam praktik, chronological filing dapat digunakan bersama sistem abjad, nomor, subjek, atau wilayah.
Kekurangan Sistem Tanggal
Sistem ini juga mempunyai keterbatasan.
Sulit apabila tanggal tidak diketahui
Jika petugas hanya mengetahui nama perusahaan tetapi tidak mengetahui tanggal dokumen, pencarian dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Banyak dokumen dapat memiliki tanggal yang sama
Dalam organisasi dengan volume dokumen tinggi, satu tanggal dapat berisi banyak arsip.
Karena itu diperlukan pengaturan tambahan agar dokumen pada tanggal yang sama tetap mudah ditemukan.
Membutuhkan konsistensi
Kesalahan menentukan tanggal dapat menyebabkan misfile, yaitu arsip ditempatkan pada lokasi yang salah.
Sistem Tanggal vs Sistem Pengarsipan Lain
Pemilihan filing system bergantung pada informasi yang paling sering digunakan untuk menemukan kembali arsip.
Kelima sistem tersebut merupakan bentuk umum sistem penyimpanan arsip yang juga dibahas dalam literatur kearsipan.
Contoh Kasus Praktik Siswa MPLB
Seorang petugas administrasi menerima dokumen berikut:
Surat A: 5 Agustus 2026
Surat B: 17 Juli 2026
Surat C: 5 Agustus 2026
Surat D: 21 Januari 2025
Surat E: 30 September 2026
Tugas
Susun kelima dokumen tersebut menggunakan chronological filing system.
Kemudian tentukan:
tahun penyimpanan;
guide bulan;
folder tanggal;
urutan dokumen;
cara menemukan kembali Surat B.
Tantangan HOTS
Jika terdapat 50 surat pada tanggal yang sama, sistem tambahan apa yang dapat digunakan agar penemuan kembali arsip tetap cepat?
Pertanyaan ini penting karena dalam dunia kerja, satu filing system sering kali perlu dikombinasikan dengan sistem lainnya.
Sistem Tanggal dalam Arsip Digital
Konsep chronological filing system tidak hanya berlaku pada filing cabinet.
Dalam pengelolaan dokumen digital, prinsip yang sama dapat diterapkan melalui struktur folder.
Contoh:
ARSIP
↳ 2026
↳ Agustus
↳ 19
Namun, pengelolaan digital dapat dikembangkan lebih jauh menggunakan metadata seperti:
Tanggal dokumen | Nomor surat | Pengirim | Perihal | Jenis dokumen
Dengan metadata tersebut, pencarian dokumen tidak hanya bergantung pada satu informasi.
Inilah salah satu perbedaan penting antara sekadar menyimpan file dalam folder dan membangun sistem pengelolaan arsip digital.
FAQ Sistem Tanggal
Apa yang dimaksud dengan sistem tanggal?
Sistem tanggal adalah sistem penyimpanan arsip berdasarkan urutan waktu atau tanggal.
Apa istilah bahasa Inggris sistem tanggal?
Istilah yang umum digunakan adalah Chronological Filing System.
Bagaimana susunan sistem tanggal?
Susunan dasarnya adalah:
Tahun → Bulan → Tanggal → Arsip
Apa kelebihan sistem tanggal?
Sistem ini sederhana dan efektif apabila dokumen sering dicari berdasarkan waktu.
Apa kelemahannya?
Pencarian menjadi lebih sulit apabila tanggal dokumen tidak diketahui.
Apakah sistem tanggal dapat digunakan untuk arsip digital?
Ya. Prinsip tahun, bulan, dan tanggal dapat digunakan dalam struktur folder maupun sebagai metadata dalam sistem arsip digital.
Kesimpulan
Sistem tanggal atau chronological filing system merupakan sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip berdasarkan urutan waktu.
Dalam penerapannya, arsip dapat disusun menggunakan struktur:
Tahun → Bulan → Tanggal → Dokumen
Sistem ini sangat membantu ketika tanggal merupakan informasi utama yang digunakan untuk mencari dokumen.
Namun, keterampilan kearsipan yang sebenarnya bukan hanya kemampuan menyimpan arsip.
Seorang petugas administrasi profesional harus mampu menyimpan, mengklasifikasikan, menjaga, dan menemukan kembali dokumen secara cepat dan tepat ketika informasi tersebut dibutuhkan.

Comments