Analisis Pengadaan Sarana dan Prasarana | Sarpras Mission 11

๐Ÿ“… September 13, 2026 Waktu baca Jumlah kata ๐Ÿท️ Analisis Pengadaan ๐Ÿ‘ค Lambue Sofia Simamora, S.Pd., M.M.
๐Ÿ’ฌ WhatsApp ๐Ÿ–ฅ️ SBME Hub
PERTEMUAN KE-11 • LANJUTAN SARPRAS

CINOET & CINUS
ANALISIS PENGADAAN SARPRAS

Baca • Analisis • Prioritaskan • Putuskan

Setelah mempelajari klasifikasi sarpras, prioritas, anggaran, alur pengadaan, dan quality control, sekarang kamu naik level menjadi Junior Procurement Analyst.

Tugasmu bukan sekadar memilih barang. Kamu harus mampu menjawab: apa yang benar-benar dibutuhkan, mengapa dibutuhkan, mana yang paling mendesak, dan pilihan mana yang paling efisien?

Cinoet dan Cinus Sarpras Mission

๐ŸŽฏ Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu memahami prinsip pengelolaan sarana dan prasarana perkantoran serta menganalisis kebutuhan, menentukan prioritas, memilih alternatif pengadaan, dan mengambil keputusan pengadaan secara efektif, efisien, aman, dan bertanggung jawab.

๐Ÿ“š Tujuan Pembelajaran (TP)

TP 1. Mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana berdasarkan kondisi nyata.
TP 2. Membedakan kebutuhan, keinginan, dan masalah yang harus segera ditangani.
TP 3. Menentukan prioritas pengadaan berdasarkan urgensi, manfaat, keselamatan, dan anggaran.
TP 4. Membandingkan alternatif barang/supplier berdasarkan spesifikasi, kualitas, garansi, dan biaya.
TP 5. Menjelaskan alasan keputusan pengadaan secara logis dan berbasis data.
TP 6. Menunjukkan sikap teliti, objektif, hemat, dan bertanggung jawab dalam pengadaan.
CI
Cinoet:
“Kalau ada banyak permintaan dari pengguna, apakah semuanya harus langsung dibeli?”
CN
Cinus:
“Tidak. Kita harus menganalisis kebutuhan dan risikonya terlebih dahulu. Pengadaan yang baik dimulai dari keputusan yang tepat.”
MISSION 1

๐Ÿ”Ž Need or Want?

Bedakan kebutuhan nyata dan keinginan.
Sarpras Detective

๐Ÿ“– Baca dan Pahami

Analisis pengadaan tidak dimulai dari katalog barang. Pengadaan dimulai dari masalah dan kebutuhan pengguna. Sebuah barang mungkin terlihat menarik, modern, atau sedang banyak digunakan, tetapi belum tentu menjadi prioritas sekolah.

Kebutuhan berkaitan dengan sesuatu yang diperlukan agar pekerjaan, pelayanan, pembelajaran, keselamatan, atau administrasi dapat berjalan dengan baik. Keinginan lebih berkaitan dengan peningkatan kenyamanan, tampilan, atau preferensi yang belum mendesak.

Seorang analis sarpras perlu bertanya: Jika barang ini tidak dibeli sekarang, apa dampaknya? Apakah pekerjaan berhenti? Apakah keselamatan terganggu? Apakah ada alternatif? Berapa banyak pengguna yang terdampak?

Challenge A — Klasifikasi Keputusan

๐Ÿ”ฅ Instalasi listrik ruang praktik berbahaya
๐Ÿงฏ APAR belum tersedia
๐ŸŽจ Mengganti warna meja karena bosan
๐Ÿ–จ️ Printer utama rusak total
✨ Membeli dekorasi meja baru
๐Ÿช‘ Kursi kerja rusak dan tidak aman

Challenge B — HOTS Singkat

Sekolah memiliki dana terbatas. Staf meminta AC baru karena ruangan terasa panas, tetapi ruang praktik belum memiliki APAR. Mana yang harus dianalisis lebih dahulu?

๐ŸŽ‰ Mission 1 Completed!

+20

Kamu sudah mampu melihat masalah sebelum memilih barang.

๐Ÿ”“ MISSION 2 — PRIORITY MATRIX
MISSION 2

๐Ÿ“Š Priority Matrix

Tentukan mana yang harus didahulukan.
Budget Challenge

๐Ÿ“– Baca dan Pahami

Prioritas pengadaan tidak hanya ditentukan oleh harga. Gunakan minimal empat pertimbangan: urgensi, dampak terhadap pekerjaan, keselamatan/risiko, dan jumlah pengguna yang terdampak. Anggaran menjadi batas yang harus diperhitungkan setelah kebutuhan dianalisis.

KriteriaPertanyaan Analisis
UrgensiApakah harus ditangani segera?
DampakApakah pekerjaan/pembelajaran terganggu?
KeselamatanApakah ada risiko kecelakaan atau kerusakan?
JangkauanBerapa banyak pengguna yang terdampak?

Challenge — Pilih Prioritas #1

Dana tersedia Rp15.000.000. Ada empat usulan: (1) perbaikan instalasi listrik berbahaya Rp4 juta, (2) printer baru Rp3,5 juta, (3) sofa ruang tamu Rp5 juta, (4) dekorasi Rp2 juta.
⚡ Perbaikan instalasi listrik berbahaya
๐Ÿ–จ️ Printer baru
๐Ÿ›‹️ Sofa ruang tamu
๐ŸŽจ Dekorasi

๐ŸŽ‰ Mission 2 Completed!

+20

Prioritasmu sudah mempertimbangkan risiko, bukan sekadar keinginan.

๐Ÿ”“ MISSION 3 — SUPPLIER ANALYST
MISSION 3

๐Ÿ›’ Supplier Analyst

Jangan memilih supplier hanya karena harga termurah.
Procurement Meeting

๐Ÿ“– Baca dan Pahami

Harga pembelian hanyalah satu bagian dari keputusan. Supplier yang baik perlu dibandingkan dari spesifikasi, kualitas, garansi, layanan purna jual, waktu pengiriman, dan biaya penggunaan. Untuk barang yang dipakai setiap hari, biaya tinta, listrik, suku cadang, atau perawatan juga dapat memengaruhi efisiensi.

Challenge — Bandingkan Dua Supplier

AspekSupplier ASupplier B
Harga printerRp2.900.000Rp3.400.000
Garansi3 bulan2 tahun
KapasitasRendahTinggi
Biaya tintaLebih mahalLebih efisien
LayananHanya tokoService resmi
A. Pilih Supplier A karena harga awal lebih murah.
B. Pilih Supplier B setelah mempertimbangkan garansi, kapasitas, biaya penggunaan, dan layanan.

๐ŸŽ‰ Mission 3 Completed!

+20

Kamu mulai berpikir tentang value, bukan sekadar harga.

๐Ÿ”“ MISSION 4 — TOTAL COST & RISK
MISSION 4

๐Ÿงฎ Total Cost & Risk

Hitung dampak keputusan dalam jangka panjang.

๐Ÿ“– Baca dan Pahami

Keputusan pengadaan yang tampak murah dapat menjadi mahal jika barang cepat rusak, tidak memiliki garansi, membutuhkan biaya perawatan tinggi, atau mengganggu pekerjaan. Karena itu, analis sarpras perlu melihat Total Cost of Ownership (TCO) secara sederhana: harga awal + biaya penggunaan/perawatan + risiko biaya akibat kerusakan atau downtime.

HOTS: pilihan terbaik bukan selalu harga terendah, tetapi alternatif yang memberikan manfaat paling sesuai dengan kebutuhan dengan risiko dan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Challenge — Hitung Secara Sederhana

Laptop A: Rp6.500.000 + estimasi perawatan Rp1.500.000 selama 3 tahun.
Laptop B: Rp7.500.000 + estimasi perawatan Rp500.000 selama 3 tahun + garansi 2 tahun.

Jika kebutuhan administrasi sama-sama terpenuhi, pilihan mana yang lebih rasional?
A. Laptop A karena harga awal lebih rendah.
B. Laptop B karena total biaya sederhana lebih rendah dan memiliki garansi lebih panjang.

๐Ÿง  Risk Check

Supplier menawarkan barang sangat murah tetapi tidak memberikan garansi dan tidak memiliki layanan purna jual. Apa risiko utamanya?
A. Warna barang mungkin berbeda.
B. Sekolah menanggung risiko biaya perbaikan/penggantian ketika terjadi kerusakan.
C. Barang pasti bagus karena murah.

๐ŸŽ‰ Mission 4 Completed!

+20

Kamu sudah mampu melihat biaya dan risiko di balik harga.

๐Ÿ”“ FINAL MISSION — PROCUREMENT BOSS
FINAL MISSION

๐Ÿ† Procurement Boss Challenge

Buat keputusan pengadaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
CI
Cinoet:
“Sekarang bukan waktunya memilih berdasarkan selera. Kita harus membuktikan bahwa keputusan kita masuk akal.”
CN
Cinus:
“Baca kasusnya baik-baik. Jawaban singkat, tetapi alasanmu harus menunjukkan analisis.”

๐Ÿ“– FINAL CASE FILE

Sebuah sekolah memiliki dana Rp12.000.000. Kondisi saat ini: printer TU sering rusak, 6 kursi kerja sudah tidak ergonomis, ruang praktik belum memiliki APAR, dan ada permintaan membeli dekorasi baru. Tim pengadaan menemukan dua pilihan printer. Printer A lebih murah Rp2.800.000 tetapi garansi 3 bulan. Printer B Rp3.500.000 dengan garansi 2 tahun dan biaya tinta lebih efisien. Perbaikan instalasi listrik ruang praktik juga membutuhkan Rp3.000.000.

Gunakan prinsip kebutuhan → urgensi → keselamatan → manfaat → kualitas → biaya → risiko.

0/8 keputusan benar

๐Ÿ…
Sarpras Procurement Analyst
0/100
SARPRAS ANALYST

Mission Completed!

๐Ÿ“Š Hasil Belajar

CI
Cinoet:
“Hebat! Sekarang kamu tidak hanya tahu apa yang harus dibeli, tetapi tahu mengapa harus dibeli.”
CN
Cinus:
“Itulah cara berpikir seorang Sarpras Analyst: objektif, teliti, aman, efisien, dan bertanggung jawab.”

Comments

Popular posts from this blog

Uji Kompetensi Soal dan Jawaban Mengelola Kas Kecil (Petty Cash System Imprest) By Celine Edena

Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris: Pengertian, Fungsi, Cara Mengisi, Contoh, dan Format Lengkap