Sistem Wilayah (Geographic Filing System): Pengertian, Prosedur, Contoh & Cara Penyimpanan Arsip

๐Ÿ“… April 07, 2016 Waktu baca Jumlah kata ๐Ÿ‘ค Lambue Sofia Simamora, S.Pd., M.M.
๐Ÿ’ฌ WhatsApp ๐Ÿ–ฅ️ SBME Hub

Sistem Wilayah (Geographic Filing System): Pengertian, Prosedur, Contoh & Cara Penyimpanan Arsip design by Lambue Sofia Simamora

Sebuah perusahaan memiliki pelanggan di Tangerang, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Setiap hari perusahaan menerima dan mengirim berbagai surat kepada pelanggan dari kota-kota tersebut.

Jika pimpinan meminta:

“Tolong cari semua dokumen pelanggan dari Bandung.”

Bagaimana petugas administrasi dapat menemukannya dengan cepat?

Salah satu sistem yang dapat digunakan adalah Sistem Wilayah atau Geographic Filing System.

Apa Itu Sistem Wilayah?

Sistem Wilayah (Geographic Filing System) adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang menggunakan nama tempat, daerah, atau wilayah geografis sebagai dasar pengelompokan arsip.

Pada surat masuk, wilayah asal surat dapat digunakan sebagai dasar pengelompokan. Sementara pada surat keluar, wilayah tujuan surat digunakan sebagai dasar penyimpanan.

Dengan demikian, kata tangkap utama dalam sistem ini adalah lokasi.

Lokasi tersebut dapat berupa:

  1. negara;

  2. provinsi;

  3. kabupaten;

  4. kota;

  5. kecamatan;

  6. kelurahan/desa;

  7. wilayah pemasaran;

  8. cabang perusahaan.

Kapan Geographic Filing System Digunakan?

Sistem wilayah cocok digunakan oleh organisasi yang aktivitasnya berhubungan dengan banyak lokasi.

Contohnya:

Perusahaan ekspedisi
Dokumen dapat dikelompokkan berdasarkan wilayah pengiriman.

Perusahaan dengan banyak cabang
Dokumen cabang Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Medan dapat dipisahkan.

Perusahaan pemasaran atau distribusi
Data pelanggan dapat dikelompokkan berdasarkan area pemasaran.

Instansi pemerintahan
Dokumen dapat diklasifikasikan berdasarkan provinsi, kabupaten, kecamatan, atau wilayah kerja.

Sekolah atau lembaga pendidikan
Data dapat dikelompokkan berdasarkan daerah asal siswa, mitra industri, atau lokasi kegiatan.

Penggunaan sistem wilayah oleh organisasi dengan cabang atau hubungan kerja di berbagai daerah juga merupakan salah satu penggunaan umum geographic filing.

Daftar Klasifikasi Sistem Wilayah

Sebelum arsip disimpan, organisasi perlu membuat daftar klasifikasi wilayah.

Daftar klasifikasi wilayah merupakan pedoman untuk menentukan posisi suatu daerah dalam sistem penyimpanan.

Strukturnya dapat dibuat:

Wilayah Utama → Subwilayah → Sub-subwilayah → Arsip

Sebagai contoh:

Jawa

→ Banten
→ Jawa Barat
→ Jawa Tengah
→ Jawa Timur

Kemudian:

Jawa Barat

→ Bandung
→ Bogor
→ Bekasi
→ Cirebon
→ Depok
→ Sukabumi

Kemudian di dalam kota:

Bandung

→ PT Maju Bersama
→ PT Nusantara Abadi
→ CV Citra Mandiri

Daftar klasifikasi memang dapat terdiri atas wilayah utama, subwilayah, dan sub-subwilayah, sehingga petugas harus memahami struktur geografis yang digunakan organisasi.

Contoh Struktur Geographic Filing System

Misalnya perusahaan mempunyai pelanggan berikut:

Perusahaan

Kota

Provinsi

PT Maju Bersama

Bandung

Jawa Barat

PT Citra Abadi

Tangerang

Banten

CV Sentosa

Surabaya

Jawa Timur

PT Nusantara

Medan

Sumatera Utara

CV Mandiri

Makassar

Sulawesi Selatan

Maka struktur penyimpanannya dapat dibuat:

JAWA BARAT
→ Bandung
→ PT Maju Bersama

BANTEN
→ Tangerang
→ PT Citra Abadi

JAWA TIMUR
→ Surabaya
→ CV Sentosa

SUMATERA UTARA
→ Medan
→ PT Nusantara

SULAWESI SELATAN
→ Makassar
→ CV Mandiri

Dengan struktur tersebut, ketika petugas mencari dokumen berdasarkan wilayah, lokasi arsip dapat ditentukan secara sistematis.

Peralatan Sistem Wilayah

Untuk pengarsipan manual, beberapa peralatan yang dapat digunakan antara lain:

Filing Cabinet

Digunakan sebagai tempat penyimpanan utama arsip.

Satu laci dapat digunakan untuk satu wilayah utama apabila volume dokumen cukup besar.

Guide

Guide digunakan sebagai pembatas antarwilayah atau subwilayah.

Contoh:

Guide Jawa Barat

Folder

Folder dapat digunakan untuk kota, perusahaan, pelanggan, atau klasifikasi berikutnya.

Contoh:

Folder Bandung

Kartu Indeks

Kartu indeks membantu menemukan arsip ketika petugas mengetahui nama perusahaan tetapi belum mengetahui lokasi penyimpanannya.

Rak Sortir

Rak sortir dapat digunakan untuk mengelompokkan dokumen sebelum ditempatkan ke dalam filing cabinet.

Filing cabinet, guide, folder, kartu indeks, dan rak sortir termasuk perlengkapan yang umum digunakan dalam praktik geographic filing.

Prosedur Penyimpanan Arsip Sistem Wilayah

Penyimpanan arsip harus dilakukan secara sistematis.

1. Memeriksa dokumen

Periksa apakah dokumen:

  • telah selesai diproses;

  • sudah mendapat perintah penyimpanan;

  • mempunyai alamat atau wilayah yang jelas;

  • memang harus disimpan sebagai arsip.

2. Menentukan identitas wilayah

Selanjutnya tentukan wilayah yang menjadi dasar penyimpanan.

Surat masuk

Gunakan wilayah asal surat.

Surat keluar

Gunakan wilayah tujuan surat.

Prinsip ini merupakan salah satu karakteristik penting Geographic Filing System.

3. Mengindeks

Tentukan kata tangkap berdasarkan wilayah.

Contoh:

PT Maju Bersama
Jl. Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat

Maka indeks wilayahnya dapat ditentukan:

Jawa Barat → Bandung → PT Maju Bersama

4. Memberikan kode

Setelah indeks ditentukan, berikan kode sesuai daftar klasifikasi wilayah yang digunakan organisasi.

Misalnya:

JBR / BDG / MJB

Keterangan:

JBR = Jawa Barat
BDG = Bandung
MJB = Maju Bersama

Kode tersebut hanya contoh. Organisasi dapat menggunakan sistem kode yang berbeda sesuai kebutuhannya.

5. Menyortir Arsip

Dokumen kemudian dikelompokkan berdasarkan wilayahnya.

Misalnya:

Banten

Jawa Barat

Jawa Tengah

Jawa Timur

Sumatera Utara

Proses penyortiran sebelum penyimpanan membantu petugas mengurangi risiko salah tempat atau misfile.

6. Menempatkan Arsip

Setelah disortir, arsip ditempatkan pada lokasi yang sesuai.

Contoh:

Jawa Barat → Bandung → PT Maju Bersama

Dokumen kemudian disimpan di folder yang telah ditentukan.

Contoh Kasus Penyimpanan

Perhatikan surat berikut.

Pengirim: PT Kreatif Indonesia
Alamat: Bandung, Jawa Barat
Tanggal: 15 Agustus 2026
Perihal: Penawaran Kerja Sama

Karena dokumen merupakan surat masuk, maka wilayah asal surat menjadi dasar penyimpanan.

Urutannya:

Jawa Barat → Bandung → PT Kreatif Indonesia

Jika terdapat banyak surat dari perusahaan tersebut, dokumen selanjutnya dapat disusun berdasarkan tanggal.

Contohnya:

Jawa Barat → Bandung → PT Kreatif Indonesia → 15 Agustus 2026

Inilah alasan Geographic Filing System sering dikombinasikan dengan sistem lain seperti abjad atau tanggal. Hal tersebut juga disebutkan dalam artikel asli smkdamosdiary.

Cara Menemukan Kembali Arsip

Sekarang pimpinan meminta:

“Tolong cari surat dari PT Kreatif Indonesia Bandung.”

Petugas dapat melakukan langkah berikut.

Langkah 1

Tentukan wilayah:

Jawa Barat

Langkah 2

Cari subwilayah:

Bandung

Langkah 3

Cari folder:

PT Kreatif Indonesia

Langkah 4

Temukan dokumen yang dimaksud.

Jika dokumen dikeluarkan dari tempat penyimpanan, petugas perlu mengikuti prosedur peminjaman arsip yang berlaku agar posisi dokumen tetap dapat dilacak.

Kelebihan Geographic Filing System

Mudah digunakan jika wilayah diketahui

Apabila petugas mengetahui daerah asal atau tujuan dokumen, pencarian dapat dilakukan dengan cepat.

Cocok untuk organisasi dengan wilayah kerja luas

Sistem ini sangat membantu perusahaan yang memiliki cabang, pelanggan, distributor, atau wilayah pemasaran di berbagai daerah.

Memudahkan analisis berdasarkan wilayah

Organisasi dapat melihat jumlah dokumen atau aktivitas berdasarkan daerah.

Misalnya:

Berapa banyak pelanggan dari Jawa Barat?

atau:

Wilayah mana yang mempunyai transaksi paling banyak?

Dapat dikombinasikan dengan sistem lain

Geographic Filing System dapat dikombinasikan dengan:

Alphabetical Filing System

Chronological Filing System

Numeric Filing System

atau sistem lainnya.

Kekurangan Geographic Filing System

Membutuhkan pengetahuan wilayah

Petugas perlu memahami struktur wilayah yang digunakan dalam klasifikasi.

Kesalahan menentukan provinsi atau kota dapat menyebabkan arsip salah tempat.

Nama wilayah dapat sama

Beberapa daerah dapat mempunyai nama yang sama atau mirip sehingga diperlukan klasifikasi yang lebih jelas.

Kurang efektif jika wilayah tidak diketahui

Jika petugas hanya mengetahui nama perusahaan tetapi tidak mengetahui lokasinya, pencarian dapat menjadi lebih sulit.

Karena itu, kartu indeks atau database pencarian dapat membantu.

Struktur wilayah dapat berubah

Pemekaran daerah atau perubahan administratif dapat menyebabkan daftar klasifikasi perlu diperbarui.

Perbedaan Sistem Wilayah dengan Sistem Filing Lain

Filing System

Dasar Penyimpanan

Contoh Kata Tangkap

Alphabetical Filing

Nama

PT Citra Nusantara

Subject Filing

Pokok masalah

Kepegawaian

Numeric Filing

Nomor/kode

00125

Chronological Filing

Tanggal

19 Agustus 2026

Geographic Filing

Wilayah

Bandung

Kelima sistem tersebut merupakan sistem penyimpanan dokumen yang umum diajarkan dalam pengelolaan arsip.

Latihan Praktik Siswa MPLB

Perhatikan lima dokumen berikut:

Dokumen A
PT Sinar Jaya — Bandung, Jawa Barat

Dokumen B
CV Makmur — Tangerang, Banten

Dokumen C
PT Citra Mandiri — Surabaya, Jawa Timur

Dokumen D
PT Sentosa — Bogor, Jawa Barat

Dokumen E
CV Nusantara — Bandung, Jawa Barat

Tugas

Susun kelima dokumen tersebut menggunakan Geographic Filing System.

Tentukan:

  1. wilayah utama;

  2. subwilayah;

  3. indeks;

  4. kode;

  5. folder penyimpanan.

Kemudian jelaskan bagaimana cara menemukan kembali Dokumen E.

Tantangan HOTS

Sebuah perusahaan mempunyai 2.000 pelanggan di seluruh Indonesia.

Jika perusahaan hanya menggunakan sistem wilayah sampai tingkat provinsi, maka folder Jawa Barat akan berisi ratusan dokumen.

Pertanyaan:

Bagaimana Anda mengembangkan sistem klasifikasi agar pencarian arsip tetap cepat?

Salah satu solusi yang dapat dianalisis adalah membuat hierarki:

Provinsi → Kota/Kabupaten → Nama Perusahaan → Tanggal

Dengan demikian, Geographic Filing System dapat dikombinasikan dengan Alphabetical Filing System dan Chronological Filing System.

Geographic Filing System dalam Arsip Digital

Konsep sistem wilayah juga dapat diterapkan dalam penyimpanan digital.

Contoh struktur folder:

ARSIP PELANGGAN

Jawa Barat

 → Bandung

  → PT Maju Bersama

Banten

 → Tangerang

  → PT Citra Abadi

Namun, pengelolaan arsip digital modern sebaiknya tidak hanya bergantung pada struktur folder.

Dokumen dapat dilengkapi dengan metadata seperti:

Provinsi | Kota | Nama Perusahaan | Nomor Dokumen | Tanggal | Subject

Contoh:

Jawa Barat | Bandung | PT Maju Bersama | 025/MJB/VIII/2026 | 19-08-2026 | Penawaran

Dengan metadata tersebut, dokumen dapat ditemukan melalui beberapa jalur pencarian.

Konsep klasifikasi masih penting dalam pengelolaan arsip digital; artikel Subject Filing Anda juga sudah menghubungkan klasifikasi tradisional dengan pengelolaan dokumen digital.

FAQ Geographic Filing System

Apa yang dimaksud dengan Geographic Filing System?

Geographic Filing System adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip berdasarkan nama wilayah atau lokasi.

Apa nama lain Geographic Filing System?

Dalam bahasa Indonesia biasa disebut Sistem Wilayah atau Sistem Geografis.

Apa kata tangkap dalam sistem wilayah?

Kata tangkap utamanya adalah nama wilayah, seperti negara, provinsi, kota, kabupaten, atau daerah tertentu.

Bagaimana surat masuk disimpan?

Surat masuk dapat dikelompokkan berdasarkan wilayah asal surat.

Bagaimana surat keluar disimpan?

Surat keluar dapat dikelompokkan berdasarkan wilayah tujuan surat.

Apakah Geographic Filing System dapat dikombinasikan dengan sistem abjad?

Ya. Setelah dokumen dikelompokkan berdasarkan wilayah, nama perusahaan atau pelanggan dapat disusun berdasarkan abjad.

Apakah sistem wilayah dapat digunakan untuk arsip digital?

Ya. Wilayah dapat digunakan sebagai struktur folder maupun sebagai metadata dalam sistem pengelolaan dokumen.

Kesimpulan

Sistem Wilayah atau Geographic Filing System merupakan sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip berdasarkan lokasi atau wilayah.

Dalam penerapannya, struktur penyimpanan dapat dibuat:

Wilayah Utama → Subwilayah → Nama Organisasi → Dokumen

Sebagai contoh:

Jawa Barat → Bandung → PT Maju Bersama → Dokumen

Sistem ini sangat cocok bagi organisasi yang mempunyai pelanggan, cabang, mitra, atau aktivitas di berbagai daerah.

Namun, keterampilan kearsipan tidak berhenti pada kemampuan memasukkan dokumen ke dalam folder.

Petugas administrasi perlu mampu mengidentifikasi wilayah, mengindeks, memberi kode, menyortir, menyimpan, dan menemukan kembali arsip dengan cepat dan tepat.

Karena itu, Geographic Filing System sebaiknya dipelajari tidak hanya sebagai teori, tetapi juga melalui simulasi dan praktik penyimpanan arsip.


Jadi pengarsipan Secara Sistem Wilayah adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang disusun berdasarkan pengelompokan menurut nama tempat.

 Pengarsipan Sistem Wilayah adalah penyimpanan berkas/surat/dokumen secara sistematis sehingga pada saat ditemukan kembali dapat dengan mudah dicari karena menggunakan sistematika letak suatu wilayah/tempat/kota.

Pengarsipan Sistem Wilayah banyak digunakan di kantor-kantor pemerintahan, perusahaan-perusahaan Jasa Pengiriman Barang, maupun perusahaan yang mempunyai relasi atau customer yang ada di berbagai daerah.

Pengarsipan sistem wilayah biasanya dikombinasi dengan sistem lain seperti sistem abjad dan tanggal


Langkah/Prosedur Penyimpanan Sistem Wilayah :
1. Pertama arsip DIPERIKSA tanda dan perintah penyimpanannya, lalu ditentukan identitasnya berdasarkan penerapan nama tempat/wilayah, surat masuk yaitu dari daerah mana surat sedangkan  surat keluar yaitu untuk ke daerah mana surat tersebut

2. Setelah hal tersebut di atas langkah selanjutnya adalah MENGINDEKS dengan daftar klasifikasi yang dibuat terlebih dahulu

3. Surat diberi KODE wilayah berupa urutan nama wilayah dari tingkatan paling rendah. Kode nya berasal dari daftar klasifikasi yang sudah dibuat terlebih dahulu. Kode tersebut dapat berupa angka atau abjad disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Kemudian arsip DITEMPATKAN pada tempat penyimpanan berdasarkan kode surat
     Berikut adalah contoh soal dari sistem geografis yang digabung dengan sistem abjad dan sistem tanggal.
Ada beberapa perusahaan di Kec Periuk yang sering memerlukan surat untuk dokumen proses produksi maupun dalam meminta ijin operasional di daerah tersebut. Juga dokumen yang dibutuhkan pada saat pengiriman barang-barang.

Adapun data-data perusahaan tersebut :

a.       Kelurahan Peruk
·         PT Surya Mentari tertanggal 9, 10 Februari 2016 dan  2 Maret 2016 berada di RW 01
·         PT Bima Maju tertanggal  7, 8  Januari 2015 dan 29 Februari 2016 serta berada di RW 01
·         PT Makmur Sentosa surat pada tanggal 11 Desember 2015, 4 dan 5 Januari 2016 dan berada di RW 04
a.       Kelurahan Sangiang Jaya
·         PT Damos Indah tertanggal 26 Februari 2016 dan 3, 4 Maret 2016
b.      Kelurahan Gembor
·         RW 02 PT Alam Sutera tanggal 19  Januari 2016, hari ini dan 2 hari yang lalu
·         RW 02 PT Bima Sakti tanggal 18, 17  Februari 2016

Posisi letak surat dari perusahaan tersebut dapat dilihat dari gambar di atas !

Berikut Daftar Klasifikasi sistem Wilayah di Provinsi Banten

No.
WILAYAH
SUB WILAYAH
SUB-SUB WILAYAH
1.
Kota Tangerang
1.1     Kecamatan Batu Ceper
1.2     Kecamatan Benda
1.3     Kecamatan Cibodas
1.4     Kecamatan Ciledug
1.5     Kecamatan Cipondoh
1.6     Kecamatan Jatiuwung
1.7     Kecamatan Karang Tengah
1.8     Kecamatan Karawaci
1.9     Kecamatan Larangan
1.10    Kecamatan Neglasari
1.11    Kecamatan Periuk




1.12                      Kecamatan Pinang
1.13                      Kecamatan                        Tangerang










1.11.1    Kelurahan Periuk            (15131 )
1.11.2    Kelurahan Periuk Jaya    (15131)
1.11.3    Kelurahan Gebang Raya  (15132)
1.11.4    Kelurahan Sangiang Jaya (15182)
1.11.5    Kelurahan Gembor          (15133)

2.
Kabupaten Tangerang









              POSISI LETAK SURAT-SURAT DAPAT DI LIHAT PADA GAMBAR DI ATAS

Comments

Saya Windy dari kelas XII AP, saya ingin mengomentari mengenai blog ini. blog ini menjelaskan mengenai arip berdasarkan sistem wilayah yang baik. saya juga sudah mempelajari ini dari kelas 2 smk atau biasa disebut juga kelas 11. dalam blog ini sudah baik dalam menjelaskan tentang sistem wilayah karena kita juga dalam pengarsipan ada juga sistem wilayah dan biasanya itu penting jika dalam sistem wilayah. arsip sistem wilayah banyak digunakan di perusahaan dan instansi lainnya atau di berbagai macam tempat dan blog ini sangat bagus kita dapat mempelajari ini disini dan orang lain dapat melihat dan mempelajarinya.

Popular posts from this blog

Uji Kompetensi Soal dan Jawaban Mengelola Kas Kecil (Petty Cash System Imprest) By Celine Edena

Buku/Format Catatan Barang Non Inventaris: Pengertian, Fungsi, Cara Mengisi, Contoh, dan Format Lengkap